Kasus BMI Erwiana; Raup Simpati Publik Hong Kong

Kasus BMI Erwiana; Raup Simpati Publik Hong Kong

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Redaksi mendapati banyak foto-foto dan cerita yang berseliweran di FB, Whatsapp dan jejaring sosial lainnya untuk Buruh Migran Indonesia-BMI yang tak beruntung, Erwiana Sulistyaningsih.

BMI asal Ngawi - Jatim itu sudah berada di kampung halaman bersama sanak keluarga dengan no passport AS.321825 keluaran Surabaya - Jatim yang mengalami tindak kekerasan dari majikannya dan konon kabarnya gajinya juga tidak dibayarkan keseluruhan sehingga meninggalkan permasalahan hukum terhadap agen dan PJTKI yang merekomendasikannya ke negeri beton, Hong Kong.

Sudah sepekan terakhir ini, hampir semua organisasi dan halaqoh BMI yang ada di masjid Ammar Wanchai menarik simpati media massa Hong Kong dan China sehingga menerbitkan empati dan simpati dengan sumbangan termasuk aksi spontan bersama dengan para organisasi BMI kemarin di depan kepolisian Hong Kong untuk menagih pengusutan tuntas atas kasus kekerasan terhadap Domestic Helpernya.

Pemerintah Hong Kong memang memiliki aturan jelas tentang Domestic Helper sampai-sampai punya Domestic Helper Day dan pola pembinaan sehingga kasus yang menimpa Erwiana mendulang hal yang positif dan edukatif sehingga kasus tersebut membangunkan kesadaran para majikan lainnya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut ke TKW lainnya.

"Halaqoh BMI masjid Ammar Wanchai sudah memulai penggalangan dana beberapa hari ini dan subhanallah mendapat simpati luar biasa, sejauh ini sudah terkumpul dana HKD.3.917 untuk Erwiana. Semua dari masyarakat Hong Kong dan orang Indonesia yang ada di perantauan, malah ada anak kecil dari keluarga Hong Kong yang menyumbangkan semua celengannya bertahun-tahun untuk Erwiana, sungguh membanggakan," papar Ninik Arselina didampingi bunda Ava dan lainnya.

Redaksi mengutip kalimat yang ada di poster berbunyi,"Bagi orang yang mempunyai Cinta Kasih, semoga kalian yang mau berbagi/menyisihkan sedikit rezki buat kakak Erwiana. Karena dia mendapat perlakuan tidak adil dari majikan. Semoga Kakak Erwiana lekas sembuh," begitulah bunyi poster yang ditulis bocak laki-laki yang baru berusia 8 tahun yang di atas berbahasa kantonis.

Sementara itu dari aksi yang digalang oleh banyak pihak sehingga tidak saja demo di depan kepolisian Hong Kong yang ada di Wanchai bersama dengan para BMI tapi juga orang-orang Hong Kong dan banyak orang-orang asing ikut berdialog dan menjadi delegasi yang ikut berempati pada kasus BMI Erwiana.

Dari informasi kontributor Kabarindo, dipastikan kepolisian Hong Kong memproses dan menghukum majikan serta agen yang berlaku di luar batas kemanusiaan malah konon pihak kepolisian Hong Kong mengutus petugas untuk menyambangi Erwiana sampai ke Ngawi Jatim memberikan bantuan dan dukungan moral bahwa kasusnya harus tuntas.


Buruh Migran Indonesia........Dahsyat.............!