Kawasan Malioboro Kota Gudeg; Dipadati Wisatawan

Kawasan Malioboro Kota Gudeg; Dipadati Wisatawan



Yogyakarta, Kabarindo- Peningkatan kunjungan wisatawan serta kepadatan arus lalu-lintas di kawasan Malioboro selama libur Lebaran 2015 diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan.

"Pada Minggu (19/7) malam, kawasan ini sangat dipadati wisatawan. Kondisi arus lalu-lintas juga padat oleh kendaraan wisatawan, parkir pun demikian. Kepadatan ini akan berlangsung hingga Minggu (26/7)," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh, di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, mereka sudah melakukan berbagai antisipasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang ke Malioboro, di antaranya dengan Operasi Jogobaran yang didukung berbagai instansi di lingkungan pemerintah Kota Yogyakarta.

Operasi Jogobaran tersebut akan berakhir pada H+7 Lebaran, namun Teguh akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga kondisi Malioboro tetap kondusif hingga akhir pekan.

"Kami juga sudah meminta seluruh pelaku usaha di kawasan Malioboro agar memberikan pelayanan terbaik. Para pedagang makanan juga tidak memberikan harga sangat mahal kepada wisatawan di Jalan Malioboro ini, pedagang suvenir tertib menggelar dagangannya, begitu pula dengan juru parkir tidak menaikkan tarif sembarangan," katanya.

Sampai saat ini, lanjut dia, keluhan yang masuk ke UPT Malioboro belum terlalu berat karena kebanyakan diisi keluhan karena anak terpisah dari orang tuanya atau warga yang terpisah dari rombongannya.

Sedangkan untuk parkir yang berada di bawah pengawasan UPT Malioboro yaitu Abu Bakar Ali dan Pasar Sore Malioboro serta parkir tepi jalan umum untuk sepeda motor tetap dipantau dan juru parkir diberi pembinaan apabila melakukan pelanggaran.

"Parkir Abu Bakar Ali dan Pasar Sore ditujukan untuk kendaraan roda empat, bus diminta parkir di luar area itu. Mereka menerapkan tarif progresif dan dari pantauan kami, aturan yang ada sudah ditaati," katanya.

Jika ada keluhan mengenai tarif parkir yang cukup mahal, terutama di jalan-jalan sirip kawasan Malioboro atau di kawasan parkir khusus yang dikelola swasta, Syarif mengaku sangat menyayangkan.

"Ke depan, perlu ada komunikasi lagi dengan pengelola parkir tersebut," katanya.

Sementara itu, sejumlah faktor yang bisa memicu tersendatnya arus lalu lintas di Jalan Malioboro dieliminasi.

"Kami sudah meminta pemusik angklung untuk libur hingga H+5. Pedagang pun dilarang meletakkan gerobaknya di jalur lambat," katanya seperti dilansir dari laman antaranews.