Kebun Binatang Surabaya; Jadi Tujuan Rekreasi Masyarakat

Kebun Binatang Surabaya; Jadi Tujuan Rekreasi Masyarakat

Surabaya, Kabarindo- Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menjadi salah satu tempat rekreasi popular dan favorit masyarakat Surabaya dan sekitarnya yang menjadi jujugan saat libur.

Peminat KBS tetap tinggi pada akhir pekan dan hari - hari libur Hal ini tampak selama libur panjang akhir pekan dan Idul Adha pada Sabtu – Selasa, 12-15 Oktober. Pengunjung mengantre di depan loket sejak pagi. Mereka bukan hanya berasal dari Surabaya, namun juga dari luar kota antara lain Gresik dan Sidoarjo.

Banyaknya pengunjung tampak pada padatnya tempat parkir KBS. Parkir meluber hingga ke jalan di sekitarnya antara lain di Jl. Setail. Hal ini dimanfaatkan tukang – tukang parkir di luar KBS yang mematok tarif Rp 5.000 untuk motor.

Humas Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Agus Supangkat, membenarkan KBS selalu dipadati pengunjung saat libur. Ia mengatakan, selama liburan 12-15 Oktober, jumlah pengunjung terbanyak pada Minggu (13/10) yang diperkirakan sekitar 10 ribu orang. Sementara total pengunjung selama libur panjang diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu orang.

“Tapi jumlah pengunjung masih kalah dengan selama liburan Lebaran yang bisa mencapai puluhan ribu orang dalam sehari,” ujarnya.

Agus merujuk data KBS yang menyebutkan jumlah pengunjung selama Januari – Agustus tahun ini tercatat 759.590 orang. Pada Januari lalu ada 128.519 pengunjung. Pengunjung terbanyak pada Agustus lalu yang mencapai 168.181 orang karena ada libur panjang Lebaran. Sedangkan jumlah pengunjung paling sedikit tercatat 45.890 orang pada Juli lalu karena bulan puasa, disusul pada Februari hanya 47.907 orang karena sering turun hujan deras.

Untuk menyemarakkan suasana dan menghibur pengunjung, KBS mendatangkan Panji Sang Petualang, sosok pecinta satwa yang rutin tampil di televisi nasional, pada Minggu (13/10). Juga menghadirkan live music pada Senin dan Selasa, 14-15 Oktober. Selain itu, pengunjung bisa naik semacam dokar yang ditarik unta.

Sementara Fuad Hasan, Direktur Keuangan PDTS KBS, menyebutkan pendapatan yang diperoleh KBS selama Januari – Juni mencapai Rp 1,7 miliar dengan pengeluaran sekitar Rp 1,67 miliar. Jadi laba yang diperoleh hanya Rp. 30 juta. Pendapatan terbanyak tahun ini dicapai pada Agustus lalu sekitar Rp. 800 juta karena libur panjang Lebaran.

Dengan harga tiket masuk Rp 15 ribu / orang, menurut Agus, antara pengeluaran dan pemasukan yang diperoleh KBS hampir seimbang. Karena itu diperlukan dukungan pihak luar untuk perbaikan KBS, menjaga kebersihan dan merawat satwa peliharaan.

Agus menyebutkan, KBS memiliki 236 jenis satwa berjumlah 3.567 ekor. Jumlah satwa yang mati sekitar 46 ekor karena tua dan sakit, sementara jumlah satwa yang lahir hampir sama antara lain babi rusa dan komodo yang bertelur.

KBS berencana melibatkan pihak swasta untuk ikut merawat KBS dan satwa peliharaan dengan menawarkan kepada perusahaan – perusahaan untuk merenovasi kandang. Juga akan meluncurkan program orang tua angkat bagi satwa.

Sebuah perusahaan taksi telah membantu mendanai beaya makan untuk komodo sebesar Rp 6 juta per bulan untuk membeli kambing yang menjadi makanan komodo setiap tanggal 5 dan 20 tiap bulan.