Kemendag Akhir Tahun 2016; Luncurkan Indonesia Showcase Di Singapura

Kemendag Akhir Tahun 2016; Luncurkan Indonesia Showcase Di Singapura

Jakarta, Kabarindo– Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan semakin fokus meningkatkan nilai ekspor nasional, khususnya ke Singapura.

Pada 2015, ekspor nonmigas Indonesia mencapai USD 8,66 juta. Pada tahun ini, (Januari-September) baru tercatat USD 7,31 miliar. Tak ingin ekspor berlanjut turun, Ditjen PEN meluncurkan Indonesia Showcase di KBRI, Singapura beberapa waktu lalu.

"Dengan keberadaan showcase ini, diharapkan akan semakin banyak buyer mengenal dan meningkatkan transaksi dan hubungan dagang dengan pelaku usaha Indonesia," jelas Dirjen PEN Kemendag Arlinda yang memberikan keterangannya di Jakarta hari ini.

Indonesia Showcase di Singapura ini, lanjut Arlinda, sekaligus menjadi proyek percontohan dalam mengembangkan fasilitas serupa pada KBRI di negara-negara lainnya. Soft launching Indonesia Showcase dihadiri Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Singapura Ngurah Swajaya dan Atase Perdagangan Singapura Sugih Rahmansyah.

"Kehadiran Indonesia Showcase di KBRI Singapura akan menjadi tonggak penting bagi upaya peningkatan ekspor nasional yang nantinya akan diikuti pembukaan Indonesia Showcase di KBRI lainnya di berbagai negara di dunia," Dubes Ngurah Swajaya usai meresmikan Indonesia Showcase di Singapura.

Produk-produk yang ditampilkan pada wadah promosi permanen ini akan terus berubah dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan tren desain global dan selera pasar dunia. Produk lokal yang dipamerkan pada Indonesia Showcase merupakan hasil kolaborasi antara sejumlah eksportir dan desainer lokal Indonesia.

Sejumlah desainer Indonesia yang terlibat dalam beberapa program di Indonesia Design Development Center (IDDC) juga turut berperan dalam perancangan tata letak pada showcase di Singapura ini.

Di area seluas 120 m2, Kemendag menampilkan beberapa produk ekspor berbasis desain antara lain furnitur, home decor, produk tekstil, kerajinan, makanan olahan, produk kulit, dan beberapa kain tradisional dari Sarinah Departement Store. "Desain adalah elemen penting yang mampu meningkatkan nilai tambah suatu produk," kata Arlinda.

Turut pula ditampilkan produk-produk unggulan Indonesia dari Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), PT Wisanka, Pindad, Biofarma, dan PT LEN Industri.

Produk lain yang dipamerkan pada Indonesia Showcase di Singapura salah satunya adalah wadah pensil atau alat tulis yang diberi nama Lenggah. Produk ini bisa diletakkan di rumah sebagai hiasan,
di ruang kerja, atau pun di ruang belajar. Ukurannya tidak terlalu besar sehingga tidak memerlukan banyak tempat atau ruangan. Produk ini sangat cocok dengan kehidupan masyarakat di negara maju yang umumnya bertempat tinggal di apartemen dengan luas terbatas.
Penggunaan material kulit sebagai ornamen pada produk Lenggah ini juga semakin memperkuat kesan eksklusif yang ditampilkan melalui keseluruhan desain. Dengan demikian, produk home decor ini sangat ideal untuk menjadi bagian dari aktivitas para eksekutif muda di Singapura.

“Keterlibatan desainer dalam proses penciptaan produk membuat produk Indonesia memiliki daya
saing tinggi di pasar global, termasuk di Singapura,” pungkas Arlinda.

Selain display produk, Indonesia Showcase juga memiliki beberapa fasilitas pendukung seperti perpustakaan mini, coffee corner, area pertemuan, ruang seminar, dinding interaktif, dan stan informasi.

Partisipasi TEI 2017

Arlinda juga mengundang para buyer yang hadir dalam kesempatan tersebut untuk mengunjungi pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-32 yang dihelat di Jakarta pada Oktober 2017 mendatang.

Kontrak dagang antara Indonesia dan Singapura sebesar USD 14,38 miliar yang berhasil dibukukan pada TEI 2016 lalu diharapkan dapat meningkat pada penyelenggaraan TEI tahun depan.

Saat ini, komoditas nonmigas Indonesia yang paling banyak dibutuhkan oleh Singapura adalah perhiasan, emas bongkahan, timah, minyak kelapa sawit, dan bubuk emas.