Kemendag Tingkatkan Peluang Ekspor Produk Lifestyle; Awesome......!

Kemendag Tingkatkan Peluang Ekspor Produk Lifestyle; Awesome......!

Jakarta, Kabarindo– Kementerian Perdagangan mendukung upaya peningkatan ekspor produk-produk gaya hidup (lifestyle) Indonesia yang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dari sektor nonmigas seperti pakaian/fesyen, produk makanan olahan, kerajinan tangan,
serta perhiasan.

Hal ini menjadi salah satu perhatian Kemendag dikarenakan produk-produk gaya hidup di Indonesia mengalami perkembangan yang baik seiring dengan semakin berkembangnya gaya hidup masyarakat di Indonesia. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak, saat membuka kegiatan seminar temu alumni di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan, kemarin (Selasa, 10/12), di Jakarta.

"Oleh karena itu, produk lifestyle di Indonesia perlu ditingkatkan terus-menerus dari sisi jenis produk, kualitas, maupun nilai ekspor, agar peranannya semakin besar di tahun mendatang," imbuh Dirjen
PEN.

Dirjen PEN juga menyampaikan bahwa persaingan dagang di tengah krisis global ini semakin ketat sehingga para eksportir perlu meningkatkan daya saingnya agar mampu bersaing di pasar internasional. Salah satunya, lanjut Dirjen PEN, dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM
di bidang ekspor.

Untuk meningkatkan ekspor, Dirjen PEN menggarisbawahi pentingnya para pelaku usaha untuk mengekspor produk yang bernilai tambah. "Hilirisasi akan mendorong peningkatan nilai ekspor Indonesia ke dunia karena harganya yang lebih tinggi dibandingkan komoditi yang belum diolah. Selain
itu, hilirisasi juga dapat membantu mengembangkan industri nasional, hingga meningkatkan perekonomian rakyat," jelasnya.

Kepada para alumni BBPPEI, Dirjen PEN juga mengungkapkan, "Perekonomian dunia sedang mengalami perlambatan. Hal ini berpengaruh pada Indonesia, namun kita bersyukur bahwa perekonomian Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Menurut Dirjan PEN, data
BPS menunjukkan bahwa pada bulan Oktober 2013 ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 6,87% dibanding September 2013, yaitu dari USD 14,7 miliar menjadi USD 15,72 milar. Bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2012, ekspor mengalami peningkatan sebesar 2,59%. Peningkatan
ekspor bulan Oktober 2013 disebabkan oleh meningkatnya ekspor nonmigas sebesar 5,7% dari USD 12,29 miliar menjadi USD 12,99 miliar, serta meningkatnya ekspor migas naik sebesar 12,82%, yaitu dari USD 2,41 miliar menjadi USD 2,72 miliar. "Para pelaku ekspor Indonesia dituntut memiliki
kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,” tambahnya.
Kegiatan Temu Alumni ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan mengetahui perkembangan para alumni BBPPEI. Di samping itu, untuk menampung masukan dari para alumni untuk perbaikan BBPPEI di masa yang akan datang.

Kegiatan Temu Alumni terdiri dari Seminar dengan tema “Peluang dan Tantangan Ekspor Produk Lifestyle” yang diselenggarakan pada 10 Desember 2013 dan bazaar PPEI dengan tema “Indonesia Lifestyle” pada 10–11 Desember 2013 dimana produk pada bazaar merupakan produk-produk UKM Alumni PPEI. Dalam bazaar, PPEI akan mengundang para Alumni PPEI, perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta, pimpinan universitas dan mahasiswa, serta masyarakat umum untuk meninjau bazaar dimaksud.