Kokola Adakan Kegiatan Daur Ulang Sampah; Bersama Puluhan Komunitas Perempuan Di Mojokerto

Kokola Adakan Kegiatan Daur Ulang Sampah; Bersama Puluhan Komunitas Perempuan Di Mojokerto

Surabaya, Kabarindo- Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017, Kokola Group Biskuit Halal menggelar kegiatan untuk menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sampah.

Menurut Public and Media Relation Kokola Group, Andi Fian Octavia, kegiatan tersebut merupakan kepedulian Kokola kepada lingkungan sekitar dan upaya untuk mewujudkan indonesia bebas sampah pada 2020 mendatang.

Kegiatan  berlangsung pada pukul 6-10 pagi di Taman Wisata Tepi Brantas, Mojokerto, Jawa Timur, Dimulai dengan senam massal Fun Colour Aerobic yang diikuti puluhan komunitas perempuan Kabupaten Mojokerto bersama 2.000 warga.

Setelah itu dilanjutkan dengan memunguti sampah yang berserakan di area kegiatan senam maupun di sekitar area tepi Brantas. Sampah kemudian dikumpulkan serta dipilah antara sampah organik dan anorganik. Untuk sampah ranting yang kering, langsung dibakar. Sedangkan sampah organik dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ini merupakan aksi nyata dalam penanganan sampah. Kali ini dilakukan di tempat wisata tepi Brantas. Aksi semacam ini sangat bermanfaat dan layak dicontoh untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Kita harus menjaga kebersihan dimana pun berada,” ujar Fian pada Kamis (23/2/2017).

Selain itu dilombakan kegiatan yang berkaitan dengan limbah sampah, salah satunya mendaur ulang sampah yang diikuti oleh puluhan komunitas ibu-ibu PKK di Mojokerto. Mereka menampilkan hasil kreasi masing-masing mulai dari pakaian dan tas hasil daur ulang plastik, bunga hias dari limbah plastik dan topi dari kardus. Semua terlihat bagus dan bernilai.

“Kegiatan ini merupakan bentuk dari komitmen Kokola Group untuk selalu berbagi kenikmatan dan kebahagiaan “Sharing Happylicious” serta memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Fian.

Kokola Group juga berupaya terus menyosialisasikan makanan halal kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Kokola menjamin proses pembuatan biskuit dikerjakan oleh tenaga profesional putra putri Indonesia yang berkomitmen tinggi dalam menjaga keamanan pangan (Food Safety) melalui penggunaan mesin dengan teknologi modern.

“Semoga dengan kegiatan semacam ini, kami bisa membantu mewujudkan anak muda Indonesia yang cinta pada negerinya, kaya inovasi serta berprestasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik ke depannya,” ujar Fian.