Koleksi Ghea Panggabean; Taklukan Kota Mode Milan

Koleksi Ghea Panggabean; Taklukan Kota Mode Milan

Milan, Italia, Kabarindo- Perancang kenamaan Indonesia Ghea Panggabean, berkolaborasi dengan maestro penari Miroto dan penari Santi Dwisaputri memperkenalkan budaya Indonesia kepada kalangan dunia mode di Milan, Italia, Selasa malam.

Ghea Panggaean berhasil menaklukkan kota mode Milan yang menjadi kiblat mode dunia dalam peragaan busana yang mengundang decak kagum sekitar 400 undangan yang memenuhi gedung kuno Societa Umanitaria, di tengah kota Milan termasuk bangsawan Italia Marta Mazotto, Ketua Kamar Dagang Italia untuk Asia Tenggara Riccardo Federico Rocca dan Konsul Kehormatan RI di Milan Jacopo Fusaia.

Marta Mazotto yang juga disainer kenamaan Italia yang khusus hadir sangat kagum akan rancangan busana Ghea Panggabean dengan motif kain tradisional yang unik . Rancangan busana Ghea Panggabean sangat indah dan tidak kalah dengan rancangan busana Italia.

Hal itu juga diakui Enrico Masseroli, seniman Italia, busana rancangan Ghea Panggabean mengunakan kain tradisional sangat indah, apalagi peragaan busana yang diadakan dipadu dengan tari tarian. "Ghea sangat berbakat," ujar Enrico yang pernah memperkenalkan budaya Bali di Italia. "Saya senang berada ditengah tengah rekan saya dari Indonesia," ujar Enrico.

Dalam acara yang bertajuk "Treasures of Indonesia " yang juga dihadiri Dutabesar RI di Roma, dan Ny Sonya August Parengkuan, Ghea Panggabean menampilkan sebanyak 36 busana dengan inspirasi dari keindahan kain-kain dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari kain tenun dengan bermacam teknik seperti jumputan, kain songket serta kain dengan motif wayang motif-motif printing, bordiran dari empat derah di antaranya Jawa dengan inspirasi wayang, Sumatera dengan tenun dan kain jumputan serta dari NTT dengan aksesori bergaya etnik dari Ghea Fashion Studio.

Ghea Panggabean kepada ANTARA London, Selasa malam mengatakan ia merasa angga bisa memperkenalkan rancanga busananya dengan menonjolkan sisi- sisi keindahan kain indonesia. "Saya berupaya membawa yang terbagus dari budaya seperti kesenian tari-tarian, kain peninggalan nenek moyang, Bringing the beautiful Indonesia to Italy," ujarnya.

Menurut Ghea, kehadirannya di Italia selama dua kali show di Roma dalam acara resepsi diplomatik dalam rangkaian peringatan HUT RI dan di Milan tidak lepas dari dukungan sponsor dengan membuat panitia kecil yang dipersiapkan selama dua bulan. Ghea mengakui ia merasa senang dan puas bisa memperkenalkan rancangan busananya dan budaya Indonesia kepada masyarakat Italia yang menjadi kiblatnya mode dunia.

Sementara itu Dutabesar RI untuk Italia August Perengkuan dalam sambutannya mengakui hubungan diplomatik
Indonesia dan Italia sejak 64 tahun lalu terus berkemang. Apalagi Italia merupakan partner dagang Indonesia terbesar ketiga di Eropa dengan volume perdagangan mencapai empat miliar dolar AS tahun lalu. Meskipun belum menunjukkan potensi kedua negara.

Untuk itu diharapkannya dengan kedatangan sekelompok pengusaha Italia ke Indonesia yang diorganisir oleh Kementerian Luar Negeri Italia awal tahun ini akan dapat lebih meningkatkan hubungan dagang kedua negara.

"Kami akan terus berupaya untuk mendorong kerjasama agar semakin kuat lagi, apalagi tahun depan menjadi momentum 65 tahun kerjasama Indonesia Italia, ujar Agus Parengkuan yang mantan wartawan Kompas itu seperti dilansir dari laman antaranews.