Kulon Progo Siap Gandeng Swasta; Siapkan Bus Wisata Menuju Bukit Menoreh

Kulon Progo Siap Gandeng Swasta; Siapkan Bus Wisata Menuju Bukit Menoreh

Kulon Progo, Yogyakarta, Kabarindo- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan menggandeng pihak swasta menyediakan bus perintis melayani rute menuju objek wisata, khususnya kawasan Bukit Menoreh.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum menyediakan bus khusus bagi wisatawan.

"Kami akan mengajak pihak swasta untuk menyediakan sarana transportasi menuju objek wisata," kata Hasto, di Kulon Progo, Selasa (25/8).

Ia mengakui bus-bus besar tidak bisa lewat di kawasan Bukit Menoreh, karena sempitnya jalan dan kondisinya berbukit-bukit, sehingga membahayakan keselamatan.

Namun Hasto berjanji akan memperbaiki infrastruktur secara bertahap, sesuai program Bedah Menoreh, sesuai ketersediaan anggaran.

"Saat ini, kami fokus memperbaiki infrastruktur jalan supaya mudah diakses masyarakat dan wisatawan. Kami optimistis, infrastruktur jalan yang baik akan mendorong percepatan pertumbuhan wisata," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo, Astungkoro mengatakan, rencananya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan menggandeng pihak ketiga menyediakan shuttle bus untuk mengangkut penumpang ke objek wisata.

Menurutnya, objek wisata di wilayah selatan tidak membutuhkan shuttle bus karena infrastruktur jalannya sudah memadai dan bagus. Hal ini berbeda dengan wilayah utara, yang infrastrukturnya perlu segera diperbaiki, sehingga perlu shuttle bus perintis.

"Kami merencanakan, pengangkutan wisatawan menuju objek wisata wilayah utara menggunakan bus kecil. Kalau bus pariwisata ukuran besar akan berbahaya," katanya.

Terkait penggunaan dana keistimewaan (danais) untuk pembiayaan pengadaan bus, menurut Astungkoro, bisa dilaksanakan. Namun demikian, semua tergantung Kementerian Keuangan.

"Kami berusaha mengakses dana dari berbagai sumber, termasuk danais. Kami tidak menggantungkan pembangunan infrastruktur ataupun sarana prasarana objek wisata dengan danais. Kami masih mempelajari ketentuan penggunaan danais," katanya seperti dilansir dari laman beritasatu.