Kulon Progo; Wajibkan Pangan Lokal

Kulon Progo; Wajibkan Pangan Lokal

Kulon Progo, Kabarindo- Pemerintah Kabupaten (pemkab) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak 2009 telah mewajibkan kegiatan pemerintah dalam pertemuan atau rapat untuk menyiapkan hidangan pangan lokal untuk efisiensi anggaran.

Kepala Bagian (Kabag) TI dan Humas Setda Kulon Progo Rudy Widiyatmoko di Kulon Progo, Kamis (4/12), mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Nomor 10 Tahun 2014 tertanggal 21 November dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Yuddy Chrisnandi.

"Kami telah menerima SE dari Menteri PAN dan RB untuk pemanfaatan pangan lokal dalam rapat-rapat pemerintahan," kata Rudy.

Ia mengatakan pada pemerintahan Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo dan dilanjutkan pemerintahan Hasto Wardoyo, menginstruksikan untuk menggunakan pangan lokal dalam setiap acara-acara pemkab karena potensi di Kulon Progo besar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan para petani, dan ini terus berlanjut sampai sekarang.

Instruks tersebut berdasarkan Surat Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2009 tertanggal 23 Juli 2009 tentang Penggunaan Bahan Baku Pangan Lokal pada acara pertemuan, rapat, kursus, pelatihan dan kunjungan kerja lapangan.

Instruksi tersebut ditujukan kepada semua kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), seluruh camat dan kepala desa, bahkan ketua tim penggerak PKK dan dharma wanita, untuk memasyarakatkan penggunaan pangan lokal dan menyajikan makanan, buah, sayuran, minuman yang berbahan baku pangan lokal pada pertemuan, rapat, kursus, pelatihan dan kunjungan kerja.

"Kebijakan itu terus sampai saat ini, sehingga dalam kunjungan ke daerah, bupati yang suguhannya selalu pangan lokal, seperti kacang rebus, pisang rebus, singkong rebus, dan makanan khas Kulon Progo gebleg dan tempe benguk, bahkan umbi-umbian seperti ada gembili, suweg, uwi, garut," katanya seperti dilansir dari laman beritasatu.