Lippo Karawaci 2014; Targetkan Laba Bersih Rp 2,7 Triliun

Lippo Karawaci 2014; Targetkan Laba Bersih Rp 2,7 Triliun

Jakarta, Kabarindo- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mematok target peningkatan laba bersih sebesar 120% menjadi Rp2,679 triliun pada 2014 nanti dibandingkan perkiraan hasil tahun ini, dalam paparan publik tahunan di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, kemarin.

Total pendapatan diproyeksikan meningkat 74% menjadi Rp 11,594 triliun karena semua divisi usaha diperkirakan akan berkinerja bagus.

Laba tambahan pada 2014 nanti diharapkan berasal dari penjualan aset-aset mall sebagai bagian dari strategi perusahaan.

LPKR juga memperkirakan kinerja solid sepanjang 2013 ini, dengan pendapatan dan laba masing-masing Rp 6,662 triliun dan Rp 1,219 triliun, naik 26% dan 73% berturut-turut, dibandingkan tahun lalu.

Proyeksi pertumbuhan laba kotor dan laba bersih total adalah 8% dan 15% tahun ini, karena pendapatan tambahan lewat penjualan satu mall yang dijadwalkan pada semester II 2013 masih dalam proses dan baru akan tuntas tahun depan.

Perusahaan juga menunda peluncuran beberapa proyek ke 2014 nanti karena proses perizinan ternyata lebih lama dari perkiraan.

Salah satu prestasi penting LPKR pada 2013 adalah masuknya investasi First REIT di Siloam Hospital TB Simatupang dan Siloam Hospital Bali senilai total 190,4 dolar Singapura.

Usaha rumah sakit (RS) ini tumbuh pesat. Siloam sekarang telah mengoperasikan 14 rumah sakit sampai dengan 2013 dan berencana membuka lima sampai enam RS baru pada 2014. Sekarang ini terdapat 19 RS yang masih dalam tahap pembangunan di seluruh Indonesia.

“Fokus kami pada kinerja operasi dan strategi membangun rumah sakit ramah lingkungan serta akuisisi rumah sakit lain telah membawa hasil bagus. Kami mencari properti rumah sakit-rumah sakit lain yang menarik untuk bisa masuk ke sistem kami,” kata Presiden Direktur LKPR Ketut Budi Wijaya.

Sepanjang tahun ini, LKPR menyabet beberapa penghargaan prestisius termasuk “2013 Best Developer in South East Asia”, “2013 Best Developer in Indonesia” dan “2013 Best Condo in Indonesia for Kemang Village” oleh Ensign Media, penerbit majalah Property Report South East Asia di Thailand dan Singapura.

Beberapa proyek yang diluncurkan tahun ini termasuk Holland Village, di mana 240 unit kondominium ludes terjual dalam tiga jam saja. Pada Oktober 2013, LPKR juga sukses meluncurkan Lippo Thamrin Office Towers, dengan luas lantai total 13.055 meter persegi, habis terjual dalam waktu satu setengah hari.

Menyongsong 2014, LPKR akan meneruskan proyek skala besar dan terintegrasi di Lippo Village, Lippo Cikarang dan Tanjung Bunga. LPKR akan segera meluncurkan proyek St Moritz Makassar senilai Rp 3,5 triliun, di atas lahan seluas 2,7 hektare. Proyek ini mencakup gedung hunian mewah, hotel bintang lima, Lippo Mall seluas 227.000 meter persegi, Siloam Hospital dengan 250 tempat tidur, sekolah internasional terakreditasi, tempat hiburan dan kuliner.

Dua kompleks hunian premium Lippo Village dan Lippo Cikarang akan dirancang ulang dengan konsep pengembangan baru untuk mendapat nilai tambah.

LPKR juga berencana membayar dividen tahunan dan sudah mendapat persetujuan untuk membagikan dividen tahun fiskal 2012 pada 18 Desember 2013, senilai 25,7% dari laba bersih atau Rp 270 miliar, kepada para pemegang saham yang tercatat hingga 4 Desember 2013.

LPKR adalah perusahaan properti terdaftar yang terbesar di Indonesia dari segi nilai aset dan pendapatan. Divisi usaha perusahaan antara lain hunian/townships, mall, rumah sakit, hotel dan manajemen aset.

LPKR terdaftar di Bursa Eefek Indonesia dengan kapitalisasi pasar Rp 27 triliun atau US$ 2,5 miliar seperti dilansir dari laman beritasatu.