Lomba Hias Tumpeng Nasgor; Gandeng Komunitas Di Surabaya

Lomba Hias Tumpeng Nasgor; Gandeng Komunitas Di Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Komunitas Arisan Berry menjadi juara dalam Lomba Menghias Tumpeng Nasi Goreng Jancuk yang diadakan Surabaya Plaza Hotel (SPH) beberapa waktu lalu.

Kelompok yang beranggota para wanita pemilik BlackBerry ini memenangkan lomba tersebut karena memenuhi kriteria penilaian juri yaitu estetika (penampilan tumpeng), kebersihan dan tema tumpeng. Arisan Berry mengangkat tema Mini Castle yang menarik.

Juri beranggota 3 orang, salah satunya Chef Eko Sugeng Purwanto, Manajer Food & Beverage SPH, pencipta nasgor super pedas Jancuk.

Ia mengatakan, lomba tersebut diadakan karena tumpeng merupakan salah satu tradisi kuliner Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. SPH juga ingin menampilkan tumpeng yang berbeda.

“Selama ini tumpeng identik dengan nasi kuning atau putih. Kami ingin melihat bagaimana upaya para peserta lomba membuat gunungan nasgor yang tak semudah membuat gunungan dari nasi kuning atau putih, karena nasgor mengandung minyak. Sedangkan nasi kuning atau putih agak lengket sehingga lebih mudah dibentuk,” paparnya.

Lomba diikuti 10 komunitas di Surabaya yaitu Arisan Berry, Model Indonesia, Paguyuban Cak & Ning Suroboyo, Mercedes Benz Boxer Club Indonesia, Kelas Inspirasi, Tiger Motor Club, Arek – arek Diving Club Surabaya, IAPI, PCMI dan AISEC. Tak heran penampilan mereka modis, trendi dan wangi, meski sibuk ikut lomba.

Satu kelompok terdiri dari 4 orang. Peserta diberi waktu 30 menit untuk membuat dan menghias tumpeng di atas tampah. Setiap anggota kelompok punya tugas masing – masing. Ada yang membentuk gunungan nasgor, mengupas mentimun, menata lauk di sekeliling gunungan dan membuat garnish.

Pendamping gunungan nasgor sama seperti pada tumpeng lainnya diantaranya lauk ayam goreng, telur rebus dan dadar, perkedel serta kering tempe. Namun bedanya ditambah mie, krupuk dan acar seperti pada menu nasgor.

Setelah lomba selesai, tumpeng boleh dibawa pulang para peserta. Selain mengikuti lomba, mereka diajak untuk memberikan donasi kepada Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) di Surabaya.