Mal City Of Tomorrow (CITO); Cetak Rekor UNTUK SURABAYA

Mal City Of Tomorrow (CITO); Cetak Rekor UNTUK SURABAYA

Surabaya, Kabarindo- Mal City Of Tomorrow (CITO) merupakan sebuah pusat perbelanjaan dan hiburan keluarga yang berlokasi di selatan Surabaya tepatnya di bundaran waru.

Cito Mal masuk dalam portofolio Lippo Mall Indonesia (LMI) ini beroperasi sejak 2007. LMI sendiri saat ini telah memiliki 29 mal yang tersebar di seluruh Indonesia dan di Jawa Timur sendiri telah memiliki 4 mal yang telah beroperasi yang salah satunya adalah City Of Tomorrow.

Mal lainnya adalah Lippo Plaza Sidoarjo, Malang Town Square dan Batu Town Square. LMI yang merupakan salah satu operator mal terbesar di Indonesia yang merupakan salah satu bisnis unit dari Lippo Karawaci ini, saat ini telah memiliki 29 mal yang tersebar di seluruh Indonesia yaitu, Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Binjai, Palembang dan Makassar dengan total NLA lebih dari satu juta meter persegi. City Of Tomorrow saat ini memiliki luas 26.655 m2, dengan jumlah tenant lebih dari 658, dimana Hypermart dan Matahari Dept. Store sebagai anchor tenant.

Dalam rangka memperingat hari pahlwan pada 10 Nopember 2013, dan sebagai apresiasi kepada kota Surabaya yang merupakan kota pahlawan, City of Tomorrow (Cito) bekerjasama dengan PT.Rolas Nusantara Mandiri (PTPN-XII) mempersembahkan sebuah mahakarya seni yang sekaligus juga telah didaftarkan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu Replika Lambang Surabaya dari Rangkaian Kacang Macadamia Terbanyak.

Sura dan Baya (Hiu & Buaya) merupakan simbol / lambang kota Surabaya yang melambangkan sifat keberanian putera-puteri Surabaya yang tidak gentar menghadapi sesuatu bahaya apapun. Hal ini merupakan gambaran atas sejarah perjuangan arek-arek Surabaya pada 10 Nopember 1945 yang sangat heroik dalam menumpas dan mengusir penjajah di kota Surabaya maupun di Indonesia, dan sehingga atas kegigihan dan keberanian tersebut kota Surabaya mendapat sebutan sebagai kota pahlawan. Lambang/simbol Surabaya ini dihadirkan di Cito dalam bentuk replika berdiameter 2,5 meter, dengan tinggi 4 meter dan terbuat dari kacang Macadamia sebanyak 250 kg. Kacang Macadamia sendiri adalah tanaman asli yang tumbuh asalnya di wilayah Sulawesi dan Australia. Kacang ini adalah kacang termahal di dunia, yang juga merupakan produk unggulan dari PT. Rolas Nusantara Mandiri (PTPN-XII). Dan saat ini tanaman ini sudah mulai dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia khususnya di wilayah Jawa Timur.

Marketing Communiation Manager Cito, Indra Irmawan mengatakan bahwa ”Dalam membuat karya seni ini membutuhkan waktu pengerjaan selama 20 hari dengan dikerjakan oleh 5 orang seniman dari Cito, karya seni ini kami persembahkan untuk kota Surabaya. Sementara rekor MURI ini adalah rekor ke-16 bagi Cito, dan merupakan satu tradisi bagi Cito untuk setiap tahunnya membuat karya-karya seni yang kreatif dan spektakuler”. Karya spektakuler nan monumental ini merupakan hasil prakarsa City of Tomorrow bekerja sama dengan PT. Rolas Nusantara Mandiri (PTPN-XII). Penganugerahan rekor MURI tersebut dilaksanakan pada hari Minggu 10 Nopember 2013 mulai pukul 13.00 WIB di Atrium Cito.

Pada hari yang sama Cito juga mengajak masyarakat Surabaya untuk menyaksikan live music, peragaan busana, dan ada pula prosesi pemecahan kacang Macadamia bersama Rollaas Cafe serta pengunjung Cito juga diberikan kesempatan untuk menikmati atau mencoba makan kacang Macadamia tersebut.