Masjid Raya Makassar; Jadi Rumah Muslim Kota Daeng

Masjid Raya Makassar; Jadi Rumah Muslim Kota Daeng

Makassar Raya, Kabarindo- Beruntung dan tentu saja menjadi pengalaman menyenangkan melaksanakan ritual hari raya Jumatan dengan sholat dan siraturahim di salah satu masjid tertua di kota Makassar.

Tidak hanya karena memang dalam sebulan Ramadhan yang telah usai dengan pameran Alquran Akbardi (Alquran Super Jumbo dilantai dua masjid).

Para pengunjung bisa menyaksikan kitab suci Al Quran raksasa yang di pamerkan di Masjid Raya Makassar,  Al Quran yang berukuran 1,5 x 1 meter tersebut sukses di pamerkan selama Ramadhan 1435 H di Masjid Raya Makassar.

Dari penjelasan yang sudah tersiar santer, Al-Qur’an besar ini merupakan produk ke-6 dari Yayasan Al-Asy’ariah Kalibeber, Wonosobo, Jawa Tengah.

Penulis utama Al-Qur’an ini adalah KH.Ahmad Faqih Muntaha, anak dari penghafal dan penulis kaligrafi terkenal KH.Muntaha Al-Hafidz, pendiri Yayasan Al-Asy’ariah yang mengelola berbagai pendidikan formal, seperti Pondok Pesantren Al-Asy’ariah. Juga pendiri Padepokan Agung tertua di Wonosobo, lembah Pegunungan Dieng.

Produk pertama Al-Qur’an besar seperti ini, menurut catatan pihak pengelola Masjid Raya Makassar, diserahkan ke Presiden RI pada 5 Juli 1994. Produk serupa yang kedua disimpan di Istana Negara, Jakarta. Produk ketiga dibuat atas pesanan Gubernur DKI Jakarta, H.Sutioso. Kemudian, keempat, diproduk atas pesanan dari Gubernur Provinsi Jawa Tengah, H.Murdianto. Produk kelima dibuat atas pesanan Sultan Hasanah Bolkia dari Brunai Darussalam.

Produk Al-Qur’an besar yang dipajang di Masjid Raya Kota Makassar merupakan pesanan dari Pembina Masjid Raya Makassar yang juga pendiri Bosowa Coorporation, Drs.H.M.Aksa Mahmud.

Al-Qur’an besar dengan 6666 ayat, 114 surah, dan 30 juz tersebut terdiri atas 605 lembar. Menggunakan kertas berkualitas produksi Perum Peruri.

Penulisan menggunakan campuran Tinta Cina dan Air Teh kental agar tahan tidak meluntur.

Al-Qur’an besar yang pembuatannya hingga selesai memakan waktu satu tahun (12 bulan), berat total termasuk tempatnya 584 kg.

"Tidak hanya menjadi ikon Masjid tapi jadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung dari penjuru Sulawesi Selatan untuk mensambangi Masjid Raya. Al-Quran ini menjadi syiar kebesaran Islam dengan kitab sucinya. Menyatukan keberagaman dengan hadirnya Alquran Akbardi ini semoga memberi banyak manfaat," papar lugas Gurutta Al-Mukarramah KH. Sanusi Baco, Lc yang juga pimpinan Masjid Raya Makassar yang kebetulan menjadi Khotib Jumat kemarin sekaligus usai sholat mengislamkan seorang lelaki nasoroh untuk memeluk agama Islam dengan ikhlas.

Redaksi juga mendapati pernyataan tegas berkenaan ISIS, Kota Makassar yang mayoritas muslimnya Ahlul Sunnah Waljamah tidak akan bisa menerima radikalisme apalagi tawaran Daulah yang bertentangan Pancasila. "ISIS tidak ada tempat di Kota Makassar, para alim ulama dan habaib tidak akan pernah mentolerir radikalisme apalagi terorisme karena Islam itu Rahmatan Lil Alamin yang lemah lembut dan adil dengan pemeluk agama lainnya," ucapnya ulama kharismatik Kota Makassar yang juga Ketua MUI Sulsel ini lugas.

Redaksi kagum dan bangga Masjid Raya di kota daeng ini menjadi rumah masyarakat muslim dengan marak aktivitas ekonomi dan dakwah. Tiap Jumatan ada saja yang menemui hidayah dan memastikan mengucapkan La Ilaha Ilallah disaksikan ratusan jamaah pasca sholat berjamaah.