Masuk 10 Besar; Subhan Aksa Tambah Poin

Masuk 10 Besar; Subhan Aksa Tambah Poin

Jakarta, Kabarindo- Pereli nasional Subhan Aksa mengakhiri musim kompetisi FIA 2013 World Rally Championship (WRC2) melampaui target awal. Finish urutan 10 Besar WRC2 dan 28 overall merupakan hasil maksimal di tengah berbagai kendala teknis sepanjang Rally Inggris, 14-17 November.  Ubang memastikan diri di 10 Besar usai SS17 dari 22 jadwal SS.

Ganti gardan dan girboks menjelang SS 14 pada Sabtu (16/11) cukup membantu performa mobil Ubang. Ia bisa menyodok finish urutan 9, 7, dan 6 pada SS14, 15 dan 16. Dan itu membuatnya naik posisi satu tingkat pada peringkat WRC2, dari posisi 12 ke 11.

Hal itu membuat Ubang dan navigator Nicola Arena makin bersemangat menyongsong 6 SS terakhir pada Minggu (17/11). Karena ada kemungkinan hujan, maka setingan kaki-kaki mobil mobil dibuat lebih lembut guna mengantisipasi lintasan basah. Sejumlah spare part inti pun diganti.

“Bersemangat karena bisa lebih maksimal untuk mempelajari banyak hal. Kalau kecepatannya tak mendukung tentu tak banyak yang bisa dipetik jadi pengalaman. Untuk kejuaraannya sendiri, sangat tipis kemungkinan bisa naik beberapa posisi. Masuk 10 Besar saja sudah bagus, berarti ada tambahan poin. Itu yang diharap dalam enam SS terakhir,” ujar Ubang sebelum start SS17 pada Minggu pagi waktu setempat atau siang WIB.

Usai SS17 Dyfnant dengan jarak 21,34 km itu peringkatnya pun naik ke 10 Besar dan bertahan hingga finish di Great Orme, Wales Utara, UK.

Wales Rally GB yang merupakan putaran penutup serial FIA 2013 World Rally Championship (WRC) memang menghamparkan tantangan berat bagi mobil maupun kontestan. Jarak tempuh kompetisi sepanjang 1500-an km, terbagi dalam 22 SS dan berlangsung empat hari. Dari 56 starter, hanya 45 peserta yang mampu mencapai garis finish. Mereka yang rontok antara lain nama besar macam Mirkko Hirvonen (Finlandia) dan Robert Kubica (Polandia). Kubica adalah juara dunia WRC2 2013 dan di Rally Inggris jadi peserta WRC. Ia dua kali alami kecelakaan, salah satunya akibat salah komunikasi dengan co-pilot-nya di dalam kokpit.

“Memang begitulah reli, benar-benar melatih mental dan cara berpikir. Dalam kondisi fisik yang melelahkan, pikiran harus tetap terjaga dari detik ke detik. Sedikit saja salah, akibatnya fatal. Jadi, berbagai kendala teknis sejak awal lomba sama sekali tak membuat kami putus asa. Justru banyak hal baru yang saya temukan. Hasil akhir memang tak sesuai harapan maupun prediksi banyak orang, tapi mencapai finish di seri penutup ini adalah pengalaman yang sangat bagus,” papar Ubang dari rilis yang diterima redaksi.

Kelas WRC2 putaran terakhir ini dimenangi pereli tuan rumah Elvyn Evans yang memimpin sejak awal, tanpa sekalipun tergoyahkan. Podium lainnya diisi J. Ketomaa (Finlandia) dan M. Higgins (Inggris). Namun, sukses mereka sama sekali tak mempengaruhi papan atas kejuaraan dunia WRC2 2013. Juara dunianya adalah Robert Kubica (Polandia/poin 143), urutan dua sampai lima ditempati Ahmad Al-Kuwari (Qatar/118), Yuri Protasov (Ukraina/83), Nicholas Fuchs (Peru/80), dan Yazeed Al-Rajhi (Arab Saudi/73).

Ubang sendiri dengan poin 13 berada di peringkat 24 dari 35 pereli yang memiliki poin WRC2. Secara peringkat memang turun drastis dari prestasi musim 2012 yang 5 Besar FIA PWRC (Production World Rally Championship). Tapi, mengingat regulasi dan level kompetisi WRC2 yang sudah sangat tipis dengan WRC, poin yang diperoleh musim ini sudah satu hal istimewa. Terlebih karena ini adalah musim pertamanya di WRC2 dan manajemen Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) pun tak mematok target tertentu selain menimba pengalaman sebanyak-banyaknya untuk bekal di kompetisi tahun depan.