Mendag 2015; Umumkan Hasil Verifikasi Distribusi Gula Kristal Rafinasi 2014

Mendag 2015; Umumkan Hasil Verifikasi Distribusi Gula Kristal Rafinasi 2014

Jakarta, Kabarindo- Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel akhir pekan kemarin.

Ia mengumumkan hasil verifikasi terhadap penyaluran gula rafinasi tahun 2014. ”Verifikasi dilakukan dalam rangka melihat kepatuhan produsen gula rafinasi terhadap ketentuan pendistribusian gula rafinasi,” jelas Mendag.

Dalam pelaksanaan verifikasi distribusi gula rafinasi tahun 2014, Kemendag bekerja sama dengan Surveyor Independen melakukan penelusuran terhadap penyaluran gula rafinasi oleh 11 produsen, 52 distributor, 88 subdistributor, 108 industri makanan minuman, serta 3112 pengecer gula di 366 pasar di
34 Provinsi pada periode Januari-September 2014.
Hasil verifikasi menunjukkan jumlah gula rafinasi yang disalurkan oleh 11 produsen pada periode Januari-
Juli 2014 sebesar 1,7 juta ton. Dari jumlah tersebut, jumlah yang disalurkan kepada industri makanan dan
minuman sebesar 1,588 juta ton (88,84%), sedangkan sisanya sebesar 199,5 ribu ton (11,16 %) terindikasi
tidak sesuai peruntukan.

Sebagai langkah tindak lanjut, Mendag telah mengambil kebijakan baik dari sisi importasi dan dari sisi
distribusi yang dituangkan dalam Surat Mendag kepada 11 Produsen Gula Rafinasi Nomor 1300/MDAG/
SD/12/2014.

Dari sisi importasi, basis persetujuan impor raw sugar didasarkan pada supply chain dan mekanisme
kontrak antara industri rafinasi dengan industri mamin sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian
Perindustrian ke Kementerian Perdagangan. Lebih lanjut, persetujuan Impor kepada pabrik gula rafinasi
diberikan per triwulan dan akan dilakukan evaluasi untuk pemberian izin triwulan berikutnya.

Di sisi distribusi, telah dilakukan pencabutan Surat Mendag Nomor 111 Tahun 2009 yang mengatur
mengenai distribusi gula rafinasi melalui distributor.
Lebih lanjut, Kemendag mendorong produsen untuk
menyalurkan langsung gula rafinasi kepada industri pengguna minimal 85% dan membatasi penyaluran
gula rafinasi dari produsen melalui distributor maksimal 15% dari total penyaluran produsen. Selain itu,
akan dilakukan registrasi terhadap distributor/penyalur gula rafinasi. “Pengetatan importasi dan
distribusi gula rafinasi diharapkan dapat mencegah gula rafinasi masuk ke pasar konsumsi dan
kebutuhan industri mamin juga tidak terganggu,” pungkas Mendag.