Mendag Rachmat Gobel; Sambangi PM Jepang Pekan Depan

Mendag Rachmat Gobel; Sambangi PM Jepang Pekan Depan

Jakarta, Kabarindo- Guna meningkatkan perdagangan dan menggenjot ekspor nasional, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan serangkaian kunjungan kerja ke Jepang.

Negeri Sakura ini diharapkan berperan lebih besar dalam meningkatkan investasinya di Indonesia.

Mendag dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzō Abe di Tokyo, Jepang.

Pertemuan ini dilakukan untuk meningkatkan hubungan ekonomi, dagang dan investasi. Jepang diharapkan mampu berperan lebih besar dalam program pembangunan Indonesia ke depan.

Rangkaian kunjungan kerja ke Tokyo, Nagoya, dan Osaka, Jepang dilaksanakan pada 18-22 Januari
2015. Mendag sekaligus menjadi utusan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan undangan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika ke-60 yang akan berlangsung pada 21-23 April 2015, di Jakarta.

"Melalui kunjungan kerja ini kami berharap Jepang dapat terus meningkatkan hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasinya di Indonesia. Jepang menjadi mitra dagang kedua setelah Tiongkok dan mitra investasi kedua setelah Singapura," ujar Mendag akhir pekan ini.

Hubungan diplomatik, perdagangan, serta investasi antara Indonesia dan Jepang telah terjalin selama 56 tahun. Karena itu, Mendag Rachmat Gobel juga akan menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tinginya atas peran serta Jepang selama ini dalam pembangunan perekonomian di Indonesia. "Ke depan, kami berharap investasi Jepang ke Indonesia bisa lebih
ditingkatkan lagi," tutur Rachmat Gobel.

Selain bertemu PM Shinzuo Abe, Mendag juga bertemu Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Investasi Jepang Yoichi Miyazawa. Mendag menyampaikan upaya-upaya Pemerintahan Joko Widodo selama lima tahun ke depan seperti tertuang dalam Nawacita, terutama di bidang
perdagangan.

"Jepang dapat berkontribusi terhadap semua rencana pembangunan nasional," papar Mendag.

Ajakan untuk berpartisipasi dan berinvestasi di Indonesia juga disampaikan dalam pertemuan
dengan Keidanren dan Keikaren (Federasi Bisnis Jepang).
"Indonesia memiliki banyak peluang investasi dan memiliki potensi sebagai mitra dagang berbasis produksi yang menjanjikan. Apalagi Indonesia juga merupakan pasar terbesar di ASEAN.

Keidanren dan Keikaren dapat datang langsung untuk menjajaki peluang bisnis dan investasi tersebut," ungkap Mendag.

Selama kunjungannya, Mendag melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan perusahaan besar Jepang yang sudah menjalin kerja sama dengan Indonesia yaitu, Toyota, Mitsui, Itochu, Honda, dan Epson. Dalam pertemuan bilateral ini Mendag menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan-perusahaan yang telah berinvestasi dan berkerja sama dengan Indonesia.
"Dengan besarnya investasi Jepang di Indonesia, diharapkan nantinya Indonesia dapat menjadi negara manufaktur produk Jepang,” pungkas Mendag.

Dalam kunjungan kerja ini, juga akan dibahas Indonesia Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IJCEPA).

Sekilas Neraca Perdagangan Indonesia Jepang

Nilai total perdagangan Indonesia Jepang selama periode 2009-2013 mengalamai tren penurunan sebesar 12,66%, sementara itu, selama periode Januari-Oktober 2014, nilai total perdagangan mencapai USD 33,9 juta, atau menurun 12,58% dibanding periode yang sama tahun 2013.

Nilai ekspor nonmigas utama Indonesia ke Jepang periode Januari-Oktober 2014 sebesar USD 12,07 juta dengan produk antara lain liquid natural gas (HS 2711110000), crude petroleum oil (HS 2709001000), bituminous coal: coking coal (HS 2701121000), nickel mattes (HS 7501100000), dan waste & scrap of oth precious metal (HS 7112999000).

Sedangkan impor Indonesia dari Jepang periode Januari – Oktober 2014 sebesar USD 14,56 juta yang juga didominasi produk migas, antara lain produk Vhcls of head 8704 with 5 ton dan refined copper for cathodes and sections of cathodes.