Menhub, Budi Karya; Beri Kesempatan Perbaikan Bagi Maskapai Langgar SOP

Menhub, Budi Karya; Beri Kesempatan Perbaikan Bagi Maskapai Langgar SOP

Bandara Soeta, Banten, Kabarindo- Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Ia memberikan waktu selama satu bulan terhadap maskapai penerbangan untuk melakukan perbaikan terkait temuan-temuan pelanggaran terhadap penerapan prosedur operasi standar (SOP).

Hal tersebut disampaikan Menhub berdasarkan ditemukannya bukti-bukti yang diperoleh terkait adanya pelanggaran SOP.

"Kami menemukan ada beberapa maskapai yang menerapkan prosedur (SOP) tidak sesuai yang diatur dan oleh karenanya kami beri waktu dua bulan untuk memperbaikinya," kata Menhub dalam keterangan pers usai melakukan pertemuan bersama dengan para pimpinan Ditjen Perhubungan Udara dan Kepala Otoritas Bandara, Dirut AirNav, Dirut Airlines, Dirut Angkasa Pura 1 dan Dirut Angkasa Pura 2 di kantor Otorita Bandara, Cengkareng, Banten, Rabu (04/01/2017) kemarin.

Budi menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan sebagai tindak lanjut terhadap kejadian serius yang dilakukan oleh pilot maskapai penerbangan Citilink Indonesia yang diduga mabuk ketika akan terbang dengan rute Surabaya - Jakarta pada 28 Desember 2016 yang lalu.

Dengan adanya kejadian tersebut dan temuan-temuan itu, Menhub meminta kepada Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo untuk memberlakukan prosedur baru dengan melibatkan operator bandara.

"Saya menugaskan Dirjen Perhubungan Udara melakukan pengawasan di antaranya menggunakan CCTV (kamera pengintai) dan mengadakan suatu penangkalan apabila ada terdapat petugas atau awak pesawat yang pada saat melewati x-ray yang dapat diketahui awal dan ataupun meragukan," ringkasnya kepada rekan media dalam keterangan pers yang didampingi Ditjen Perhubungan Udara dan Deputi Penindakan BNN.

Menhub berharap, kejadian ini dapat menjadi hikmah dan pelajaran yang besar dan upaya perbaikan yang lebih baik.

"Langkah ini kita jadikan sebagai upaya perbaikan untuk lebih signifikan dan tertata," ujar Menhub.