Menristek Dikti; Siap Usung Perguruan Tinggi Indonesia

Menristek Dikti; Siap Usung Perguruan Tinggi Indonesia

Jakarta, Kabarindo- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir.

Ia menegaskan hasil penelitian harus selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga perguruan tinggi di Indonesia bisa berkelas dunia.

Menurutnya perguruan tinggi di Indonesia saat ini mengalami penurunan dibanding perguruan tinggi di luar negeri. Hal ini ditandai dari berkurangnya jumlah penelitian, kalau pun ada perkembangan sayangnya tidak signifikan dengan kemajuan teknologi.

Terkait anggaran penelitian yang tergolong kecil, Nasir meminta hal tersebut jangan menjadi kendala. "Harus ada kerja sama dengan pihak luar atau swasta jangan mengandalkan anggaran pemerintah saja. Nantinya hasil penelitian bisa dimanfaatkan juga oleh dunia industri," katanya seusai serah terima jabatan di kantor Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta (28/10).

Sebelumnya Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemrisetdikti) bernama Kementerian Riset dan Teknologi. Dalam kabinet Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, kementerian ini dilebur dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menjadi Kemrisetdikti.

Nasir menambahkan Kemristekdikti harus kreatif, inovatif dan sinergi dengan aktivitas swasta dan industri mewujudkan world class university.

Hingga akhir 2014 ia mengaku akan mematangkan restrukturisasi dan mengkoordinasikannya sehingga ada aspek legalnya.

"Reorganisasi harus bisa disegerakan. Perlu dilakukan kajian cepat bagaimana mengakselerasi, riset teknologi bisa dikembangkan yakni riset hulu kita hilirisasi. Sifat riset pun riset terapan," ucapnya.

Selama ini lanjutnya hasil penelitian barangkali terjadi ketidaksesuaian, tumpang tindih, sehingga harapannya ketika institusi ini disatukan menjadi lebih baik melalui kerjasama seperti dilansir dari laman antaranews.