Merangkul Riri Riza Lewat AFI 2013; Dewan Juri Menuai Pujian

Merangkul Riri Riza Lewat AFI 2013; Dewan Juri Menuai Pujian

Senayan, Jakarta, Kabarindo- Film "Atambua 39 Derajat Celcius" besutan sutradara muda Riri Riza berhasil menerima penghargaan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013 untuk kategori Apresiasi Film Bioskop.

Film yang diproduksi oleh Miles Film itu berhasil mengalahkan tiga saingan utamanya, yakni "9 Summers 10 Autumns" (Sutradara: Ifa Isfansyah, Produksi: Angka Fortuna Sinema), "Cinta Tapi Beda" (Sutradara: Hestu Saputra, Hanung Bramantyo, Produksi: Multivision Plus Picture), dan "Demi Ucok" (Sutradara: Sammaria Simanjuntak, Produksi: Kepompong Gendut).

"Rasanya pasti senang karena tidak semua film bisa mendapat penghargaan dan bisa ikut di suatu festival. Di AFI ini tidak ada sistem pendaftaran, yang dinilai adalah film-film yang sudah main di bioskop. Mungkin itu salah satu hal yang membedakan. Tapi intinya kita akan semakin banyak melihat inisiatif pemerintah untuk berkontribusi terhadap dunia perfilman Indonesia," kata Riri Riza saat ditemui usai menerima penghargaan di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (4/11) malam seperti dilansir dari laman beritasatu.

Riri mengaku mengapresiasi upaya AFI yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud) ini dalam memberikan penghargaan kepada karya film beserta seluruh unsur-unsurnya yang mengacu pada muatan nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.

"Setiap penghargaan mestinya membangun kredibilitasnya, dan sesukses apa AFI tahun depan tentunya sangat bergantung pada penyelenggaraan tahun ini. Ada banyak hal yang masih bisa diperbaiki, tapi menurut saya komposisi jurinya sudah bagus. Mereka adalah-orang yang kompeten dan berasal dari latar belakang yang beragam," ujar dia.

Dewan juri AFI 2013 diketuai Totot Indarto, dengan anggota: Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya. Ke-9 dewan juri ini memang berasal dari latar belakang yang beragam, seperti aktris, aktor, sutradara, praktisi periklanan, produser, pembuat efek visual dan produksi animasi, sastrawan, hingga wartawan.

Film "Atambua 39 Derajat Celcius" di mata juri memiliki kekuatan isi dan estetika yang saling menunjang. Ketika sebagian film kita hanya mampu mengolah masalah di pusat-pusat pertumbuhan Indonesia atau sekedar mengalihkan masalah pusat itu ke lokasi lain di luar pusat, "Atambua 39 Derajat Celcius" menukik ke persoalan mutakhir di wilayah pinggiran Indonesia, di Timor sebelah barat. Lokasi juga bukan lagi sekedar latar, namun jiwa film itu sendiri. Alasan inilah yang membuat film "Atambua 39 Derajat Celcis" berhasil menerima penghargaan Apresiasi Film Bioskop AFI 2013.

"Film ini biayanya tidak besar, sebagian dananya bahkan dibiayai oleh publik. Kami juga menggunakan pemain lokal dengan bahasa lokal. Inspirasi cerita pun berasal dari mereka," kata sutradara film "Laskar Pelangi" tersebut.

Lewat film ini, Riri juga mengajak para sineas di Indonesia untuk membuat film tentang Indonesia dari sisi yang berbeda. "Jangan hanya yang bagus-bagus atau cerahnya Indonesia saja, bisa juga tentang lembaran gelap dan persoalan lain yang dihadapi bangsa ini," tutur Riri.

Disayangkan karena dalam waktu sebulan ke depan Anda tidak akan berekspektasi apa-apa karena penjurian FFI yang sementara berproses tidak menempatkan film ini dalam 44 judul film yang dinilai, jadi AFI paling tidak mencetak sejarah bisa merangkul Riri Riza dan semoga Piala Dewantara tidak dikembalikan saja.