Merck Indonesia; Raih Penjualan Tahunan Rp 1.2 T

Merck Indonesia; Raih Penjualan Tahunan Rp 1.2 T

Jakarta, Kabarindo- Laba komprehensif yang diraih tercatat sebesar Rp 175 miliar, peningkatan sebesar 62 persen dibandingkan dengan tahun 2012.

Di sepanjang tahun 2013, Merck Indonesia menerima sejumlah penghargaan, antara lain:
-    “APAC Oncology Franchise value award” untuk Erbitux dalam Regional Medico-Marketing Meeting (RMM) Erbitux di Bangkok
-    “Most Valuable Brand of Blood Supplement” untuk Sangobion dan “Most Valuable Brand of Muscle Stiffness Multivitamin” untuk Neurobion dari majalah SWA dan MARS
-    “PR of The Year” dalam kategori Best Marketing PR dari majalah MIX untuk Program Sosialiasi Bayi Tabung.
•    Per tanggal 20 Maret 2014,  Merck Indonesia menunjuk Martin Feulner sebagai Presiden Direktur baru menggantikan Markus Bamberger dan Holger Guenzel sebagai Direktur Divisi Kesehatan Konsumen (Consumer Health)

PT Merck Tbk atau dikenal sebagai Merck Indonesia membukukan penjualan tahunan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2013 atau meningkat sebesar 28% dibandingkan tahun 2012 senilai Rp 930 miliar dengan pertumbuhan pencapaian laba komprehensif Rp 175 miliar, meningkat 62% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 108 miliar.

Dari total penjualan bersih perseroan, Divisi Obat Resep Merck Serono memberi kontribusi sebesar 46%, Divisi Bahan Kimia 38 % dan Divisi Kesehatan Konsumen sejumlah 16%.

Martin Feulner, Presiden Direktur Merck Indonesia mengatakan “Meskipun diterpa krisis ekonomi, kami mengapresiasi jajaran Direksi dan seluruh karyawan atas kerja keras dan dedikasi mereka yang membawa hasil luar biasa, baik dari sisi kinerja operasi maupun kinerja keuangan. Kinerja keuangan 2013 kami ditandai dengan adanya pencapaian penjualan sebesar Rp 1.2 T.”

Unit Bisnis Perseroan

Divisi Bahan Kimia
Divisi Bahan Kimia terdiri dari dua unit bisnis yakni Divisi Merck Millipore dan Divisi Performance Materials. Pada tahun 2013, Divisi Bahan Kimia berhasil mencapai tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 12%, melebihi tingkat pertumbuhan pasar yang hanya 6% dengan angka penjualan sebesar Rp 458 miliar, atau mempresentasikan kenaikan 28% dibandingkan tahun 2012 yakni Rp 359 miliar. Pada 18 Juni 2013, Perseroan menerima Surat Pemberitahuan Pengakhiran, sehubungan dengan perjanjian distribusi produk-produk kimia antara Merck KGaA dan Perseroan yang menyatakan bahwa perjanjian distribusi berakhir pada 31 Desember 2013. Namun, kemudian pada tanggal 21 Januari 2014 Merck KGaA telah memperpanjang perjanjian distribusi ini dan berlaku mulai dari 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2014. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kementerian Perdagangan No.59/M-DAG/PER/9/2012 tentang ketentuan Angka Pengenal Importir yang mengharuskan setiap perusahaan untuk hanya dapat memiliki satu jenis Angka Pengenal Importir (API).

Divisi Farmasi
Divisi Farmasi terdiri dari dua unit bisnis yakni Divisi Kesehatan Konsumen dan Divisi Obat Resep Merck Serono. Divisi Kesehatan Konsumen bertanggung jawab atas produksi, pemasaran dan distribusi obat-obatan “Over-The-Counter” (OTC) yang tersedia untuk konsumen tanpa resep dokter. Divisi Kesehatan Konsumen berhasil mencapai tingkat pertumbuhan 32% melebihi pesaing internasional lainnya sebesar 15% berdasarkan data International Pharmaceutical Manufactures Group (IPMG) OTC Market. Dan pada tahun 2013, penjualan Divisi Kesehatan Konsumen naik dari Rp 166 miliar menjadi Rp 186 miliar. Divisi Obat Merck Serono bertanggung jawab untuk produksi dan pemasaran obat yang hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter. Pada tahun 2013, penjualan Divisi Obat Resep Merck Serono meningkat 36% dari Rp 405 miliar menjadi Rp 550 miliar.

Hingga saat ini, Merck Indonesia terus melakukan inovasi di bidang perawatan dan kesehatan. Merck Indonesia optimis dapat meningkatkan performa bisnisnya di tahun 2014 dibawah kepemimpinan Presiden Direktur yang baru, Martin Feulner.
Program Tanggung Jawab Sosial

Disisi lain, dalam rangka mencapai visi untuk menjadi perusahaan farmasi dan bahan kimia terkemuka di Indonesia, Merck Indonesia menyadari pentingnya menjaga keseimbangan ekonomi, lingkungan dan sosial dengan menjalankan program tanggung jawab sosial yang diimplementasikan melalui Klik Hati dan Youth Take Action (YTA) yang telah berjalan selama empat tahun.

Klik Hati Merck yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2010, adalah sebuah kegiatan CSR yang mengedepankan penggunaan media sosial. Diadakan setahun sekali, Klik Hati Merck mendukung dan mengapresiasi individu atau organisasi yang melakukan kegiatan sosial dan mengkomunikasikannya lewat media sosial.

Sementara Program YTA adalah sebuah CSR yang fokus pada remaja yang tinggal di sekitar pabrik Merck Indonesia di Kelurahan Gedong. Sampai saat ini, YTA telah berhasil mendidik 320 siswa SMP dan SMA SMA yang tinggal di kelurahan Gedong Jakarta Timur sejak pertama kali diselenggarakan. Peserta diberikan pelatihan fotografi, teater, tari, web-blogging dan musik untuk menginspirasi peserta agar berani melakukan perubahan.