Nafsiah Mboi Optimis Jalankan Kontrak Baru; Program KB Tetap Jadi Prioritas

Nafsiah Mboi Optimis Jalankan Kontrak Baru; Program KB Tetap Jadi Prioritas

Jakarta, Kabarindo- Kolaborasi dan kerjasama menjadi dua kata kunci untuk melanjutkan program-program yang sudah ada.

"Salah satu indikator dari suksesnya tercapainya MDGs adalah penggunaan kondom pada seks yang beresiko. Sementara yang tidak beresiko tidak terlalu diprioritaskan. Saya saat menandatangani kontrak sebagai menteri kesehatan adalah terpenting adalah meningkatkan program KB," jelas dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH.

Ia dokter spesialis anak yang juga ahli Kesehatan Masyarakat yang telah mengenyam pendidikan di Indonesia, Eropa dan Amerika. Membanggakan bagi Indonesia bagi sosok perempuan menginspirasi dengan slogan lebih cepat lebih baik pernah menjabat sebagai pegawai Perserikatan Bangsa-Bangsa (1999-2002) tepatnya sewaktu menjabat sebagai Direktur Department of Gender and Women's Health pada World Health Organization Pusat di Geneva, Swiss. 

Kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan, 14 Juli 1940, Nafsiah adalah lulusan Spesialisasi Dokter Anak  Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tahun 1971. Gelar Master of Public Health diperoleh di Prince Leopold Institute of Tropical Medicine, Antwerp, Belgium, tahun 1990.

"Saya sangat concern terhadap bahaya paparan asap rokok untuk anak-anak sehingga RPP pembatasan produksi tembakau sangat dibutuhkan negara kita. Saya setuju apabila ada larangan mutlak dan absolut untuk remaja dibawah 18 tahun. Rokok itu sangat berbahaya apalagi untuk kecanduan para perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Masalah petani tembakau termasuk tenaga kerja itu terpisah karena bahaya dari rokok lebih besar ketimbang itu semua," jelas perempuan dikenal sebagai sukarelawan dan pekerja masyarakat sejak masih berstatus sebagai pelajar. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai aktivis bidang keluarga berencana dan selanjutnya mendedikasikan diri untuk upaya penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Sementara itu dijelaskan pula tentang program pembatasan dan kontrol angka kelahiran sangat penting sehingga KB itu harus dilanjutkan terus. Ia pun mengakui tentang asuransi kesehatan sudah lama ia galakkan semenjak lama sekali bersama suami untuk masyarakat.

"Masyarakat bawah itu sangat butuh asuransi kesehatan jadi tidak saja untuk kelas atas. Di NTT itu banyak masyarakat miskinnya sehingga itu menjadi kendala saat mengumpulkan dana apalagi ditambah dengan harga diri yang sangat tinggi karena masih banyak rakyat miskin kita itu tidak mau diberi gratis," jelasnya.

Hari ini tidak saja pelantikan tapi juga media massa mendapatkan kesempatan selama 2 jam untuk menanyakan apasaja berkenaan dengan program mendatang. Nafsiah pun menjawabnya dengan antusias didampingi oleh wamen dan seluruh jajarannya di kemenkes RI.


Selamat Bertugas Bu...........................!