Noorca M. Massardi; Rilis Novel Baru

Noorca M. Massardi; Rilis Novel Baru

Bistro&Lounge MidTown SCBD, Jakarta, Kabarindo- Kali ini agak beda dan tentu saja yang tidak mengenal pria humble dan khas dengan topinya ini pasti terperanjat.

Bisa romantis juga walau tetap saja dengan dramaturgi khas Noorca yang complicated.

Novelis Noorca M. Massardi (62 tahun) sukses meluncurkan novelnya yang ketujuh berjudul “Setelah 17 Tahun. Novel yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama (GPU), itu ditulisnya di Jakarta dan Bali selama 15 bulan.

Setelah 17 Tahun” berkisah tentang derita seorang perempuan (Putri Maulida) akibat kekerasan verbal yang dilakukan suaminya (Alfian) selama 17 tahun. Paralel dengan itu, diam-diam ada seorang pemuda (Andri Bangsawan) yang menderita, karena ia harus memendam cintanya kepada Putri selama 17 tahun pula. Akhirnya takdir mempertemukan kembali mereka
berdua, ketika Putri yang berprofesi sebagai notaris tengah menjanda dengan tiga anak, dan Andri yang lawyer sudah menduda dengan dua anak.
Berbeda dengan novel-novel sebelumnya, novel
Setelah 17 Tahun” ini diangkat dari kisah nyata kedua tokoh utamanya. Melalui novel ini, suami dari pengarang Rayni N. Massardi, ini ingin berbagi ihwal kepedihan dan derita seorang perempuan yang di
tengah keluarganya, dan kemudian di dalam
rumahtangganya, mengalami kekerasan verbal berkelanjutan.

Pertama dilakukan oleh keluarga intinya, sejak kecil hingga dewasa, dan kemudian oleh suaminya sendiri selama 17 tahun.

Survei yang dilakukan Univeristas Iowa, Amerika Serikat, di tujuh belas negara menyimpulkan, kekerasan fisik maupun emosional yang dilakukan pasangan atau
mantan pasangan terhadap perempuan hamil, dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur, atau lahir dengan berat badan tidak ideal.

Dan, itulah yang dialami Putri Maulida, tokoh utama novel ini. Dalam rentang waktu sepuluh tahun, ketiga anaknya semua lahir prematur.

“Sesuatu yang sangat langka dialami seorang perempuan, akibat depresi yang melebihi batas,” kata Noorca, ayah dari penulis skenario/sutradara
Cassandra Massardi dan Nakita Massardi itu.

Karena itulah, saat Bincang & Berbagi Novel “Setelah 17 Tahun” tampil sebagai pembicara Joice Manurung, C.Ht, Cha, seorang psikolog, yang berprofesi sebagai
konsultan, fasilitator, dan Counselor & Therapist. Sesuai tema novel itu, ia membahas dan menganalisis ihwal dampak kekerasan verbal yang dilakukan suami atau istri, baik terhadap pasangannya maupun terhadap anak-anaknya.

Novel “Setelah 17 Tahun” ini, sebagaimana empat novel Noorca lainnya (Sekuntum Duri, Mereka Berdua, September dan d.I.a cinta dan presiden), sebelum diterbitkan sebagai buku, terlebih dulu dimuat sebagai cerita bersambung di beberapa surat kabar harian di Jakarta.

Dan, bagi Penerbit GPU, ini adalah novel ketiga Noorca yang diterbitkan GPU setelah Sekuntum Duri (1979) dan Mereka Berdua (1982), yang sebelumnya dimuat sebagai cerita bersambung di harian Kompas.

SINOPSIS
Trauma akibat kekerasan verbal sejak kecil di keluarganya, demi meraih kebebasan, Putri Maulida akhirnya mau menerima lamaran Alfian, seniornya yang tengah melanjutkan studinya di Prancis.

Putri, mahasiswi cerdas yang sangat aktif dalam pelbagai kegiatan dan diskusi di kampusnya, tiba-tiba harus menjadi ibu rumah tangga, yang wajib berbakti kepada suami, "Demi mendapat rida Allah SWT." Tapi, setelah dikaruniai tiga anak, ia tak mampu lagi menghadapi kekerasan verbal Alfian, baik terhadapnya maupun kepada ketiga anak mereka.

Setelah 17 Tahun menderita, Putri menggugat cerai, dan kuliah lagi hingga menjadi notaris sukses. Ia kemudian bertemu kembali dengan Andri, teman kampusnya dulu.

Setelah 17 Tahun tak pernah berkomunikasi, Andri, duda lawyer beranak dua, yang ternyata "pengagum rahasia" Putri, selalu merekam dan mengungkapkan pelbagai hal tentang perempuan pujaannya, itu di dalam catatan hariannya.

Novel "Setelah 17 Tahun " - yang diilhami kisah nyata - ini adalah drama psikologis rumah tangga, yang para tokohnya mengalami trauma dan terbelenggu kepahitan
masa silam. Demi anak-anak dan keluarga, akhirnya mereka harus mengambil langkah dan keputusan yang berani.

Masa lalu tidak berlalu. Ia di depan dan selalu. Masa lalu tidak berlalu. Ia diburu atau memburu.