PLN Transmisi Jawa Bagian Barat; Gelar Simulasi Penyelamatan Pekerja

PLN Transmisi Jawa Bagian Barat; Gelar Simulasi Penyelamatan Pekerja

Gandul, Cinere, Jakarta, Kabarindo- Rangkaian Kegiatan Bulan Bakti Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2016 telah dilaksanakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.

Salah satu bagian kegiatan yang dilakukan PT. PLN (Persero), PLN Transmisi Jawa Bagian Barat juga menyambut bulan Bhakti tersebut, diantaranya dengan mengadakan kegiatan memberikan edukasi tentang bagaimana berkendara dengan baik, bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan melakukan berbagai simulasi, mulai dari simulasi pemadam kebakaran hingga kegiatan yang terakhir dilakukan oleh 15 personil pekerja tranmisi PLN dalam melakukan simulasi evakuasi korban saat tengah melaksanakan pekerjaan pemeliharaan penggantian isolator pada penghantar SUTET 500 KV.

General Manager PT PLN (Persero) Tranmisi Jawa Bagian Barat Lingkup Kerja Jakarta Banten, Trino Erwin mengatakan, hari ini kami melaksanakan simulasi penyelamatan korban yang bekerja sebagai tranmisi di ketinggian  tower SUTET. Dan kegiatan ini merupakan sebagai salah satu bagian dari penyegaran serta proses pengevakuasian korban yang dilakukan sesuai dengan SOP (Standar Operasi Pelaksanaan), ujarnya saat dijumpai rekan-rekan media di lapangan depan kantor PLN TJBB, Gandul, Cinere, Jakarta, 23/03/2016.

“PLN TJBB, tenaga kami banyak yang bertugas sebagai pemelihara tranmisi peralatan sutet, sehingga hal peningkatan keselamatan bekerja sangat penting. Dan dalam hal K3, kami mempunyai regu tim keselamatan kerja yang mampu melakukan proses-proses penyelamatan dini saat keadaan atau situasi yang tidak diinginkan terjadi," jelas lanjut Trino Erwin kepada media.

Untuk wilayah kerja Jawa Bagian Barat yang juga melingkupi wilayah Jabodetabek, Trino menyebutkan telah mempunyai personil sebanyak 36 orang terbagi menjadi dua regu/tim masing-masing tim K3 beranggotakan 18 orang.

Usai menyaksikan simulasi, ia menekankan kembali, bahwa pentingnya dalam menjalankan tugas, kita harus sesuai dengan prosedur yang berlaku atau sesuai SOP. Hal ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir resiko yang terjadi saat bekerja dan upaya ini sebagai bagian untuk mencapai zero accident dalam kerja,”ujarnya kepada rekan media Kabarindo.com di lokasi.

Tim evakuasi korban khusus di ketinggian ini mempunyai tanggung jawab di sepanjang Tranmisi sejauh 24.000 KM wilayah banten hingga Jabodetabek. Pembagian tugas sudah tersusun secara sistematis yang dikoordinasi oleh PLN Gandul Cinere, ungkapnya.

Keberadaan tim evakuasi korban sudah berjalan 5 tahun, dan sudah mulai mengikuti perkembangan teknologi serta peralatan kerja yang modern di tranmisi.

"Tim Evakuasi K3 kami terus ditingkatkan profesionalitas dan kemampuannya, agar senantiasa dapat mengikuti perkembangan jaman dan tehnik tehnik penyelamatan yang modern (up date), sehingga siap siaga dalam tugas," ujarnya tutup.