PMI Pusat; Gelar Pelatihan Manajemen Pelatihan

PMI Pusat; Gelar Pelatihan Manajemen Pelatihan

Jakarta, Kabarindo- Seiring berkembangnya organisasi Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

PMI Pusat menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pelatihan yang diikuti oleh 35 orang staf yang membidangi Diklat (pendidikan dan latihan) dari 33 PMI provinsi se Indonesia di Gedung Prof.Dr.H. Satoto,SPGK, Pusdiklat PMI Jawa Tengah, Semarang. (26/8)

Bidang Diklat sebagai bagian dari sistem markas yang bertugas menyelenggarakan pelatihan, perlu meningkatkan kemampuan manajemen pelatihan agar proses pelatihan baik di tingkat PMI Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota sesuai standarisasi pelatihan PMI. “pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan staf bidang diklat dalam mengelola pelaksanaan pelatihan sehingga standarisasi pelatihan dapat terlaksana,” jelas Exkuwin Suhariyanto, Kepala Unit Diklat PMI.

Pelatihan yang diselenggarakan hingga 31 Agustus ini dapat meningkatkan sistem pelatihan PMI yang berbasis kompetensi. Selama pelatihan ini peserta diberikan materi Pengorganisasian pelatihan, Merencanakan dan melaksanakan pelatihan, Kurikulum Standar Nasional Diklat PMI, Sertifikasi pelatihan PMI dan Pemantauan dan evaluasi pelatihan.

H Sasongko Tedjo, SE, MM, Ketua Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah mewakili Pengurus PMI Pusat saat membuka pelatihan mengatakan bahwa untuk mencapai Visi PMI yaitu menjadi organisasi kemanusiaan yang profesional, tanggap dan dicintai masyarakat, PMI perlu meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia). “Gerak cepat keberhasilan dan efektifitas PMI ditentukan oleh sumber daya manusianya. Pelatihan semacam ini menjadi sangat berguna untuk menunjang itu,” tandasnya.

SDM PMI yang terdiri dari pengurus, staf dan relawan harus “digodok” (dibina) secara terus menerus. “Pengembangan SDM itu prioritas number one (utama) agar dapat menjadi profesional dan dapat memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat,” imbuhnya.

Investasi SDM dalam bentuk pelatihan merupakan investasi jangka menengah dan jangka panjang. “Sudah saatnya PMI melalui pelatihan semacam ini dapat meningkatkan perannya ke depan,” harapnya.

Petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) di bidang pendidikan dan pelatihan yang telah disahkan dan diedarkan ke seluruh PMI Provinsi pada saat mukernas 2012 sebagai acuan penyelenggaraan diklat di ruang lingkup PMI. Melalui pelatihan ini pula diharapkan seluruh PMI Provinsi menggunakan juklak dan juknis sebagai acuan dalam perencanaan maupun penyelenggaraan diklat dilingkungan PMI.