PMI Respon Gempa Aceh; Cepat Tanggap

PMI Respon Gempa Aceh; Cepat Tanggap

Jakarta, Kabarindo- Gempa bumi berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR), Selasa (2/7) kemarin sekitar pukul 14:37 WIB mengguncang Kab. Bener Meriah atau 43 Km Tenggara Kab. Bireun atau 50 Km Barat Laut Kab. Aceh Tengah atau 181 Km Tenggara Banda Aceh, Provinsi Aceh. Sumber kedalaman gempa diperkirakan 10 Km, dan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Gempa ini dirasakan sangat kuat di wilayah Kab. Bener Meriah hingga Banda Aceh, yang membuat masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Hingga kini, berdasarkan laporan Posko PMI Pusat dari Posko PMI Provinsi Aceh dan Rapi, 2 Kabupaten terkena dampak yang sangat serius, yaitu Kab Bener Meriah dengan populasi 122.277 jiwa dan Kab Aceh Tengah dengan populasi 213.732 jiwa saat ini seluruh warga takut untuk menempati rumah dikarenakan gempa susulan yang intensitasnya masih cukup tinggi.  Kondisi ini juga di perparah dengan intensitas hujan yang tinggi serta Aliran Listrik, dan akses komunikasi yang mengalami gangguan.

Gempa bumi ini  juga menjadi pemicu terjadinya Tanah Longsor, yang mengakibatkan terputusnya beberapa ruas jalan serta pemicu Peningkatan status Gunung Berapi menjadi Siaga 1 di sekitar wilayah Kab. Bener Meriah. Diperkirakan 15 orang terimbun di Masjid Babussalihin di desa Blank Mancung, kec. Ketol, Aceh Tengah.

Akses Jalan menuju Lokasi kejadian gempa dapat ditempuh perjalanan darat dengan durasi 7-8 jam dari banda Aceh atau dapat menggunakan pesawat jenis kecil ( Cassa atau Sussi air berkapaitas 12 orang ) dengan rute Medan – Bandara Rembele, Kab. Bener Meriah.

Berdasarkan informasi sementara yang di himpun dari PMI Aceh dan BNPB, Sekitar 300 rumah mengalami rusak berat/sedang di Aceh tengah, Terputusnya ruas jalan di KM 92 di kecamatan kebayan, takengon serta 2 Masjid rusak yang diperkirakan masih menimbun 21 orang yang ada di dalam serta 22 rumah rusak berat di Kab Bener Meriah. 21 Orang dilaporkan Meninggal, 2 Hilang dan 280 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 35 personil Satgana (Satuan Penanggulangan Bencana) PMI Kab. Aceh Tengah dan Kab. Bener Meriah dimobilisasi untuk bekerjasama dengan TNI, Polri dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BNPA) dan pemerintah setempat untuk melakukan pencarian terhadap korban yang tertimbun longsor.

Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan PMI di Kab. Bener Meriah dan Kab. Aceh Tengah, saat ini kebutuhan yang sangat mendesak bagi tim evakuasi adalah kantong mayat. Sementara untuk pengungsi dibutuhkan tenda keluarga, selimut, terpal dan lampu penerangan, untuk beberapa titik pengungsi atau warga yang mengalami kerusakan parah. Selain itu, dibutuhkan makanan siap saji, makanan Bayi bagi warga pengungsi