PT KAI; Luncurkan KA Penataran Ekspres Mulai 1 November

PT KAI; Luncurkan KA Penataran Ekspres Mulai 1 November

Surabaya, Kabarindo- PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan KA Penataran Ekspres jurusan Malang – Surabaya kelas ekonomi AC mulai 1 November.
 
Menurut Manager Humas Daop 8 Surabaya, Sri Winarto, KA Penataran Expres diluncurkan untuk mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat Surabaya – Malang. Aktivitas mereka semakin meningkat setiap hari.
 
“Untuk sementara diberlakukan tarif promosi Rp. 20.000,” ujarnya.
 
KA baru ini memiliki jadwal 3 kali perjalanan PP seriap hari. Yaitu berangkat dari Stasiun Malang pukul 04.30 tiba di Stasiun Gubeng Surabaya pukul 06.35, berangkat dari Gubeng Surabaya pukul 07.10 tiba di Malang pukul 09. 15. Selanjutnya berangkat dari Malang pukul 09.50 tiba di Gubeng Surabaya pukul 11.55, berangkat dari Gubeng Surabaya pukul 12.25 tiba di Malang pukul 14.30. Kemudian berangkat dari Malang pukul 15.10 tiba di Gubeng Surabaya pukul 17.15 dan berangkat dari Gubeng Surabaya pukul 17.45 tiba di Malang pukul 19.51.
 
Lama perjalanan KA 2 jam 5 menit dan hanya berhenti di Stasiun Lawang, Sidoarjo, Waru, Wonokromo, berakhir di Surabaya Gubeng. Pemberhentian di Stasiun Waru diharapkan bisa dimanfaatkan penumpang untuk menyambung dengan moda transportasi lain, karena letak Stasiun Waru terkoneksi dengan Terminal Purabaya dan Bandara Juanda.
 
Winarto menjelaskan, KA Penataran Ekspres memberikan fasilitas AC dan colokan listrik untuk menggunakan ponsel dan laptop selama perjalanan.
 
Selain meluncurkan KA rute baru, PT KAI juga melakukan perubahan jadwal KA Arjuna Ekspres non AC jurusan Surabaya - Madiun mulai 1 November. Menurut Winarto, hal ini dilakukan setelah mengevaluasi okupansi penumpang.
 
KA berangkat dari Stasiun Surabaya Kota pukul 18.15 tiba di Madiun pukul 22.04. KA melewati Stasiun Gubeng Surabaya, Wonokromo, Krian, Mojokerto, Peterongan, Jombang, Kertosono, Nganjuk dan Caruban.
 
”Dengan jadwal baru ini, diharapkan pengguna jasa bisa melakukan aktivitas bisnis maupun wisata di Surabaya lebih lama,” ujar Winarto.