Pameran Tanah to Indai Kitai; Mulai Di Gelar Hari Ini

Pameran Tanah to Indai Kitai; Mulai Di Gelar Hari Ini

Jakarta, Kabarindo- Pameran “Tanah to Indai Kitae” (Tanah adalah Ibuk Kita) menggelar sebuah Potret Kehidupan Dayak Iban Sungai Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Dalam pameran ini akan digelar sekitar 100 foto karya Nunung Prasetyo dan Alberto Deo Prawira. Kemudian perupa Bayu Widodo akan menggelar karya sablon, dan perupa Alit Ambara membuat 3 karya grafis yang mengangkat keanekaragaman hayati hutan adat Sungai Utik dalam istilah bahasa iban.  Seniman Tato Herpianto Hendra, akan membuat karya tiga dimensi berbentuk manusia yang sekujur tubuhnya dipenuhi tato bermotif iban.
 
Pameran ini dibuka oleh Nila Riwut, budayawan Dayak asal Kalimantan Tengah, putri dari pahlawan nasional Tjilik Riwut asal Kalimantan Tengah.  Dalam acara pembukaan akan digelar pentas pembacaan puisi oleh penyair Rudi Yesus, serta musik yang menghadirkan pemain sape asal Kalimantan Barat, Felix Ivan Thambun yang berkolaborasi dengan Ade Aryana Uli Pandjaitan dan Alexander Haryanto.  Kemudian juga digelar pemutaran film karya Rahung Nasution berjudul “Ritual Kehidupan Dayak Iban.”

Seluruh rangkaian acara dan pameran ini merupakan solidaritas dari alangan aseniman terhadap perjuangan masyrakat adat Dayak Iban di Sui Utik, Kalimantan Barat yang mempertahankan hutan adatnya dari kepungan industri ekstraktif seperti perkebunan kepala sawit yang tengah menghancurkan hutan di pulau Kalimantan. 

Dengan menghembuskan spirit ritual di seluruh tatanan berladang yang sarat kearifan lokal, dengan menaati hukum adatnya, maka masyarakat Iban di Sui Utik dapat memelihara harmoni kehidupan manusia dengan alamnya.

Dalam pameran ini juga diberikan CD hasil karya musik dari Wukir Suryadi yang berkolaborasi dengan Ade Aryana Uli Pandjaitan, Felix Ivan Thambun, Alexander Haryanto, Akbar Wicaksono, Teguh Joss, dan satu karya Tomi Simatupang. Seluruh lagu dalam cd ini berangkat dari  intinya merespon kerusakan hutan Kalimantan, dan menggambarkan bagaimana masyarakat Dayak Iban di Sungai Utik berjuang mempertahankan hutan adatnya, serta kearifan lokal yang mereka miliki terhadap hutannya.

Beberapa lagu diterjemahkan ke dalam bahasa Iban oleh Herkulanus Edmundus , pemuda Iban Sungai Utik.  Seluruh pameran dan album ini dipersembahkan untuk masyarakat Iban Sungai Utik, dan masyarakat adat di seluruh nusantara, khususnya bumi Kalimantan.