Panglima TNI; Buka Puasa Bersama 2.000 Anak Yatim

Panglima TNI; Buka Puasa Bersama 2.000 Anak Yatim

Jakarta, Kabarindo-  Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi para Pejabat Mabes TNI menggelar acara buka puasa bersama serta pemberian santunan berupa uang dan bingkisan kepada 2.000 Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa se-Jabodetabek, di GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap, Rabu malam (23/7/2014).
 
Buka puasa bersama Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa kali ini, bertema "Melalui Hikmah Ramadan 1435 H Kita Mantapkan Iman dan Taqwa Serta Komunikasi Sosial TNI Dengan Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa Guna Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa"‎.
 
Panglima TNI menjelaskan, ‎tujuan dari kegiatan ini semata-mata untuk meningkatkan tali silaturahmi antara TNI dengan Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa. "Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, dapat mempererat tali persaudaraan.  Sedangkan untuk sasarannya adalah untuk menumbuhkan satu pemahaman, pandangan dan kebulatan tekad bersama-sama dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, keselamatan bangsa dan negara”,‎ kata Panglima TNI.
 
Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI juga memberikan pengarahan kepada 1.419 Perwira Tinggi dan Perwira Menengah berpangkat Kolonel dan Letkol yang berdinas di Mabes TNI Cilangkap. Panglima TNI menegaskan bahwa TNI ingin membangun semangat yang sama, untuk itu Panglima TNI membuat satu baret hitam bagi seluruh prajurit yang menggunakan badge Mabes TNI dengan tujuan agar program Panglima TNI atau kebijakan Panglima TNI dalam rangka membangun kebersamaan, soliditas bisa terbangun dengan baik karena jiwanya kita satukan melalui baret hitam itu. 
 
“Itu adalah sebuah simbol bagi sebuah organisasi untuk menunjukkan semangat untuk bersatu itu muncul dan pada akhirnya interoperabilitas  TNI, baik di interoperabilitas intelijen, bidang operasi maupun logistik, semuanya bisa berjalan dengan sebaik-baiknya”, ujar Panglima TNI.
 
Disamping itu, TNI juga akan membangun pusat jasmani militer di TNI karena nanti memasuki Taruna atau calon Taruna TNI, itu akan kita kembalikan lagi seperti zaman yang lalu semuanya memasuki satu pintu yaitu melalui Mabes TNI, jadi nanti seleksi tidak lagi di darat, laut dan udara. Saya selaku Panglima TNI tidak mengizinkan setiap angkatan membentuk penerbang di masing-masing matra, semua penerbang baik darat, laut maupun udara harus melalui sekolah penerbang di Angkatan Udara.  Panglima TNI juga menyampaikan bahwa akan ada beberapa penambahan Struktur TNI kedepan, akan adanya Asisten Teritorial di masing-masing angkatan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa pagi tadi (Kamis, 24 Juli 2014), Presiden RI akan telah melantik Letjen TNI Gatot Nurmantyo menjadi Kasad menggantikan Jenderal TNI Budiman di Istana Negara Jakarta.