Panglima TNI; Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT LB OKI Ke-5

Panglima TNI; Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT LB OKI Ke-5

Monas, Jakarta, Kabarindo- Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-5 siap digelar.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, didampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau), dan beberapa jajaran petinggi TNI yang hadir, diantaranya Pangdam Jaya Jayakarta serta Pangkosrad, pagi tadi memimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Luar Biasa OKI (Organisasi Kerjasama Islam) ke-5 tahun 2016 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/3/2016).

"KTT Luar Biasa OKI ke-5 tahun 2016 ini  diselenggarakan dan dilatarbelakangi oleh perubahan letak demografi, pembangunan pemukiman illegal di Israel, kemerdekaan Palestina, Al Quds, dan tentang aliran sungai di Yordan," ujar Gatot Nurmantyo dalam pidatonya dihadapan 10.150 Prajurit TNI dan Polri yang siap bertugas mengamankan KTT LB OKI ke-5 di Jakarta.

Keamanan dan Kenyamanan para pimpinan negara anggota OKI dan seluruh tamu negara KTT LB OKI adalah merupakan harga diri dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia internasional.

"Pasukan pengamanan harus maksimal karena berkaitan dengan citra dan harga diri serta martabat bangsa Indonesia yang dipercayai oleh masyarakat dunia," pungkasnya.

Oleh karena itu, tambah Gatot,  pengamanan KTT LB OKI ini harus dilakukan oleh seluruh anggota TNI-POLRI dengan koordinasi yang ketat dan cermat.

Panglima TNI menegaskan, pahami secara jelas tugas satuan, dan yakinkan setiap anggota untuk bisa memahami tugas masing-masing dengan jelas seperti, apa, dimana, siapa berbuat apa dan sedang melakukan apa terhadap para pimpinan dan tamu undangan yang hadir, ujar Gatot Nurmantyo kepada seluruh peserta apel.

Ada 6 hal yang diinstruksikan kepada seluruh satuan personel pasukan pengamanan KTT Luar Biasa OKI yang disampaikan oleh Panglima TNI, antara lain yaitu, pertama, pahami secara jelas jabaran tugas setiap satuan dan perorangan sebagaimana yang tertuang dalam rencana pengamanan dan  yakinkan setiap anggota memahami siapa berbuat apa, di mana, kapan dan bagaimana.
Kedua, kuasai daerah tugas yang menjadi tanggung jawab satuan masing-masing dan bagi satuan yang berada di lingkaran luar perlu mewaspadai sektor-sektor yang berpotensi disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan bagi satuan yang berada di lingkaran dalam, khususnya yang berada di lokasi kegiatan KTT Luar Biasa OKI, perlu dan harus untuk mempelajari dan memahami blueprint lokasi atau venue yang digunakan untuk KTT, baik bandara Soekarno – Hatta maupun tempat konferensi dan penginapan para delegasi, dan beberapa venue lainnya yang digunakan untuk KTT Luar Biasa OKI. Hal ini harus dipahami secara cermat, guna mempermudah pelaksanaan pengamanan dan memperlancar langkah tindakan dalam mengambil keputusan.
Ketiga, laksanakan koordinasi secara ketat, baik intern maupun antar komponen pengamanan, utamanya dengan unsur pengamanan dari negara lain secara intensif, serta pelihara kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi terhadap segala kemungkinan munculnya kerawanan dan atau ancaman, sejak, sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan pengamanan.
Keempat, jangan sekali-kali memberi toleransi dan kompromi sekecil apapun, terhadap setiap gelagat atau indikasi yang dapat mengundang kerawanan. Dan waspadai secara cermat serta siapkan langkah antisipasi atas segala kemungkinan penyusupan dari manapun datangnya, terutama indikasi terhadap aksi terorisme.
Kelima, kedepankan tindakan preventif secara maksimal. Sedangkan tindakan represif, dilakukan secara tegas dan merupakan jalan terakhir, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Laksanakan tugas secara profesional, proporsional dan penuh rasa tanggung jawab yang tinggi, serta hindari segala bentuk pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum.
Keenam, di tengah padat dan ketatnya kegiatan, kita harus tetap mampu mengikuti perkembangan situasi secara terus-menerus, serta perhatikan faktor keamanan dan pengamanan terhadap personel, materiil serta berita dan dokumen, selanjutnya laporkan hal-hal menonjol kepada pimpinan pada kesempatan pertama.
Ketujuh, laksanakan pengawasan dan pengendalian semua unsur satuan tugas pengamanan dalam jajaran masing-masing, agar semua kegiatan pengamanan dapat berjalan lancar, tertib, aman dan sukses,

"Kita harus lebih waspada lagi, dan kita harus menumbuhkan rasa aman kepada para tamu negara kita, jangan sekali-sekali memberi kompromi terhadap setiap gelagat dan indikasi yang mengundang kerawanan," pinta Gatot Nurmantyo kepada seluruh prajurit untuk selalu siap siaga.

Pengamanan KTT Luar Biasa OKI ke-5 yang akan berlangsung pada tanggal 6 s/d 7 Maret tahun 2016 ini, melibatkan 10.150 Prajurit TNI dan Polri, terdiri dari 300 Koopspam, 500 Kosatgaspam, 3.600 Satgaspamwil, 2.200 Kodam Jaya, 700 BKO Kostrad, 500 dari BKO Kormar, 200 BKO Paskhas, 900 Satgas Hanud (700 Kohanudnas dan 200 BKO Paskhas), 1000 Satgas Laut, 1.200 Satgas Udara (650 Koopsau I, 350 Lanud Halim, 200 BKO Paskhas), 850 Satgas Passus TNI (Kopassus 550, BKO Kormar 200, BKO Paskhas 100), Satgas Kodam II/Swj 200 personel, Satgas Kodam III/Slw 600 personel, Cadangan Pusat (Standby Force) 1000 personel (Kostrad 500 dan Kormar 500). Sedangkan Satuan Tugas Pengamanan VIP Polri akan melibatkan 5.578 personel.

Panglima TNI juga mengingatkan kepada seluruh prajurit pengamanan untuk kuasai tugas yang menjadi tanggung jawab baik perorangan maupun satuan dengan kewaspadaan penuh dan laksanakan koordinasi secara ketat, baik intern maupun antar komponen pengamanan, termasuk pengamanan dari kepala negara yang membawa pengamanan, jelas Gatot Nurmantyo.

Usai Apel Gelar Pasukan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo beserta Kepala Staf Angkatan serta pejabat teras Mabes TNI dan jajaran Angkatan TNI, langsung melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap peralatan dan Alutsista, mulai dari senjata perorangan, alat komunikasi, kendaraan tempur, Helikopter, Tank Anoa yang digunakan prajurit TNI dan Polri, dalam pengamanan KTT OKI ke-5 tahun 2016 yang akan berlangsung Minggu depan.

Berikut ini sasaran pengamanan yang harus di cermati oleh segenap pasukan TNI-POLRI, adalah mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas, unjuk rasa anarkis, kerusuhan, aksi terorisme atau menyalahgunakan senjata api, bom dan bahan peledak, sabotase, penghadangan, penyanderaan, penculikan dan penyekapan, kejahatan konvensional dan transnasional lainnya.

Kepada seluruh pasukan pengamanan (TNI-POLRI) KTT LB OKI ke-5, saya mengucapkan selamat bertugas, dan laksanakan dengan baik, tutup Panglima TNI.