Pembangunan Jaya Ancol 2015; Sukses Gelar Public Expose

Pembangunan Jaya Ancol 2015; Sukses Gelar Public Expose

Candi Bentar, Ancol, Jakarta, Kabarindo- Dari prescon dan rilis PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang menggelar Public Expose tadi siang sebagai pengelola Ancol Taman Impian  seluas 552 Ha yang makin lengkap sarana dan prasarana serta transportasi dari TransJakarta dan kereta api.

Termaktub, Ancol masih jadi tulang punggung dari perseroan dengan berbagai produk unggulannya. Dari Dunia Fantasi-Dufan, Atlantis Water Adventure, Ocean Dream Samudra, Ocean Ecopark dan gedung serba guna Ecovention Building.

Menggembirakan dari kinerja finansial tahun lalu sektor rekreasi mendominasi 74% dari pendapatan perseroan dengan EBITDA sektor tersebut tahun 2014 Rp. 347, 49 Miliar atau 86% dari EBITDA total perusahaan tahun 2014 sebesar Rp. 401, 74 Miliar.

Anda ikut memberikan kontribusi sebagai pengunjung setia Ancol Taman Impian yang dicatat dari 15.949.000 di tahun 2013 menjadi 16.749.000 di tahun 2014 lalu.

Untuk itu perseroan sudah menyiapkan rencana strategis untuk pengembangan bisnis rekreasi tahun 2015-2020 di lahan reklamasi, Pulau K yang rencananya dibangun Themed Park, Thematic Apartement Complex, Condotel dan kompleks perhotelan, akan ada Style Mall Center, Water Ride Attractions dan Water Front Convention Hall.

Banyak yang baru di kawasan Ancol Taman Impian, mulai dari pembangunan New Putri Duyung Hotel yang akan menjadi hotel bintang 4 berlokasi dipinggir laut. Kalau Anda yang senang ke Dufan pasti sudah tahu wahana Ice Age dan Hello Kitty Adventure serta wahana lainnya.

Ada juga pengembangan pantai baru, yakni Pantai Ancol Lagoon yang rencananya akan dibangun kurang lebih 3,4 Km dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi dengan pantai exixting lebih kurang 500m. Dikawasan tersebut, Anda akan jumpai Dolphin Show Di Amphi Theater, fasilitas jogging track, restoran dan cafe, lapangan bermain anak-anak, plaza aktivitas yang dilengkapi fasilitas umum seperti musholla dan ruang bilas.

Selain itu dari preskon yang dihadiri oleh seluruh jajaran direksi baru, Gatot, Setiowaluyo sebagai Dirut bersama dengan tiga direktur lainnya juga menyampaikan pengembangan bisnis propertinya di tahun 2015-2020 yaitu Apartemen Northland 9.360m2) dengan 36 lantai yang terdiri dari 939 unit, Kondominium Oseana Jaya Ancol SeaFront terletak di kawasan Ancol Barat terdiri dari 2 tower dengan jumlah kondominium 1.000 unit, Ocean Breeze adalah kompleks apartemen dan kantor dikawasan Ancol Barat dan berada di di jalur komersial pelabuhan yang siap memasarkan 20 unit kantor di tahun 2015 ini dari rencana 40 unit secara keseluruhan dan Coasta Villa adalah perumahan eksklusif yang ada di Ancol Timur.

Untuk itu diperjelas oleh Dirut Gatot bahwa sektor reakreasi adalah backbone dari perseroan dan pengembangan bisnis.

"Kami harapkan dapat tumbuh sampai dengan 22% (Compound Annual Growth Rate) per tahun dengan pertumbuhan laba bersih 27% (Compound Annual Growth Rate) dari tahun 2014 sehingga tahun 2020 mendatang diharapkan perusahaan capai 3,7 Triliun dengan labar bersih Rp. 1 Triliun," papar Gatot optimis yang memastikan aktivitas CSR akan lebih gencar dan mempertahankan Ancol Green Office sehingga menjadi yang terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Bayangkan saja hampir menginjak tahun emas 50 tahun sejak 1966, Taman Impian Ancol sudah banyak yang berubah tidak saja sebagai pusat rekreasi tapi juga bisnis properti dan lainnya. Dari situs Ancol, pemda DKI masih mengantongi 72% & pemilikan saham sebagai Badan Usaha Milik Daerah.

Tak lupa, Gatot juga mengingatkan tentang tagline baru yaitu Ancol Luar Biasa yang tentu saja teresfleksi dari performa dua tahun terakhir sangat memuaskan bagi para investor sehingga bisa menembus keuntungan 1 T.

Ditegaskan pembayaran pajak juga sudah dilakukan walau ada kenaikan PBB termasuk menanggung pajak asset dari mall yang ada serta asset lainnya seperti Sea World dan sudah mengantongi izin reklamasi 4 pantai baru dengan AMDAL yang akan dilakukan secara baik dan tidak ada pengrusakan lingkungan.

Gatot juga mengingatkan Pemda DKI sebagai pemegang saham harus mengambil sesuai haknya 72% dari total keseluruhan saham  atau berkisar di angka Rp. 1,45 T sementara ditegaskan untuk PMP-Penyertaan Modal Pemerintah dari Pemda belum ada sama sekali  dan saat ini pembiayaan dari kas perusahaan.


Ancol Luar Biasa..................!