Pengelola Ancol; Siapkan Lahan 400 Hektar

Pengelola Ancol; Siapkan Lahan 400 Hektar

Jakarta, Kabarindo -  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) menyediakan lahan seluas 400 hektar untuk membangun rumah susun (rusun). Penyediaan lahan ini merupakan kompensasi dalam melaksanakan reklamasi Pantai Ancol.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, pihaknya sudah menugaskan PT PJA untuk menyediakan lahan seluas 400 hektar di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun rusun bagi warga yang terkena relokasi normalisasi waduk atau sungai.

"Tapi sampai saat ini, PT PJA belum mengajukan surat atau proposal mengenai pembangunan rusun di kawasan Marunda. Tapi kita sudah tugaskan mereka, kalau dari PT Jakarta Propertindo akan mulai bangun rusun di kawasan Rawa Belong," ujar Ahok, usai menjadi narasumber dalam Forum Diskusi bertema "Membangun Karakter Remaja Bersahabat", di Aula Sekolah Asisi Paroki, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (23/11).

Meski belum ada kepastian dari pihak PT PJA untuk menyediakan lahan tersebut, Ahok menegaskan jika pihaknya masih akan menunggu niat baik dari perusahaan yang termasuk BUMD DKI ini. Karena itu menurutnya, Pemprov DKI belum berniat untuk mencabut izin reklamasi pantai Ancol yang saat ini sedang dikerjakan Ancol.

"Nggak-lah. Kita kan cuma ingin saling tawar-menawar saja kan. Masak Anda ada untung, masak nggak mau memperbaiki permasalahan daratan di DKI yang belum beres," ujarnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI menegaskan kalau PT PJA tidak mau memenuhi kewajibannya, pihaknya akan mencari celah hukum untuk mencabut izin reklamasi Pantai Ancol. Setelah itu, pihaknya akan melakukan lelang untuk mencari perusahaan yang mau melakukan reklamasi Pantai Ancol, dengan memberikan kompensasi membangun rusun kepada Pemprov DKI.

Kendati demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada PT PJA untuk menjalankan kewajibannya. Izin reklamasi Pantai Ancol akan diberikan selama dua tahun. Tetapi bila selama dua tahun terebut, PJA tidak membangun rusun, maka izin akan dicabut. Namun, bila PT PJA menjalankan kewajibannya membangun rusun, maka perusahaan ini diberikan waktu selama tiga tahun untuk menyelesaikan reklamasi Pantai Ancol.

Seperti diketahui, PT PJA menambah land bank melalui reklamasi pantai di Ancol Timur, seluas 125 hektar. Reklamasi Pantai Ancol ini merupakan bagian dari rencana reklamasi Pantai Utara berdasarkan Keppres No.52 tahun 1995.

Rencananya, pelaksanaan pekerjaan reklamasi Ancol tahap I (2010-2014) dilaksanakan dengan area reklamasi seluas 125 hektar. Pekerjaan reklamasi ini didasarkan atas studi kelayakan yang dikerjakan oleh PT Fajar Puri Mandiri, bekerja sama dengan konsultan dari Tiongkok pada tahun 2006.

Lelang pekerjaan senilai Rp1,6 triliun telah dilakukan pada akhir tahun 2009, yang dimenangkan oleh PT Jaya Kontruksi. Sedangkan kepenguasaan lahan hasil reklamasi berdasarkan data dari PT PJA adalah 85 hektar dipegang PT Manggala Krida Yuda, dan PT PJA menguasi 40 hektar seperti dilansir dari laman beritasatu.