Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2016; Diprediksi Meningkat

Pertumbuhan Ekonomi Jatim 2016; Diprediksi Meningkat

Surabaya, Kabarindo- Pertumbuhan ekonomi Jatim diprediksi meningkat pada 2016.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Benny Siswanto, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2015 yang telah berlangsung di Surabaya.

Namun ia menekankan, pentingnya peralihan dari negara berorientasi konsumsi menjadi negara produksi, importir menjadi eksportir dan penghasil sumber daya alam mentah menjadi negara pengolah bernilai tambah tinggi.

Menurut Benny, perekenomian global yang masih tertekan sebagai dampak krisis keuangan global pada 2008, menciptakan pergeseran fundamental dalam perekonomian dunia dan perubahan kebijakan di negara maju dan berkembang. Ketidakpastian pada keuangan global juga turut berdampak pada ketidakpastian pasar keuangan nasional serta penurunan kinerja ekspor dan mengakibatkan kemerosotan penghasilan dunia usaha yang turut menimbulkan kerentanan terhadap perbankan nasional.

Gejolak perekonomian nasional juga terasa pada perekonomian Jatim. Perlambatan ekonomi negara-negara mitra dagang disertai penurunan harga komoditas menyebabkan tren ekspor Jatim cenderung melambat. Meskipun demikian, perekonomian Jatim masih tumbuh lebih baik dibandingkan nasional karena didukung oleh perdagangan antara wilayah terutama ke Indonesia bagian timur.

“Kebijakan penguatan kinerja UMKM yang dilakukan BI pada 2015 seperti pengembangan klaster, perpanjangan MoU sertifikasi tanah, fasilitasi promosi produk UMKM serta kebijakan pemerintah daerah mengenai rencana kebijakan subsidi bunga dari dana SILPA juga menjadi salah satu strategi dalam mengatasi perlambatan tersebut,” ujarnya pada Jumat (11/12/2015).

Kegiatan pengendalian inflasi daerah semakin matang dan terkoordinasi dengan baik yang tercermin dari dihasilkannya Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah Jatim dan terbangunnya koordinasi yang solid diantara 38 TPID kabupaten/kota dan TPID Jatim melalui strategi "GADIS REMO KANGEN". Berbagai upaya tersebut sudah mulai menampakkan hasil dalam jangka pendek.

Pada triwulan III/2015, kinerja ekspor luar negeri mencatat perbaikan dibanding triwulan sebelumnya. Berdasarkan hasil survei BI, 26% responden pelaku usaha telah mengganti impor dengan bahan baku domestik sebagai respon tingginya biaya bahan baku impor.

Di sisi pendanaan, investasi asing pada triwulan III/2015 mulai meningkat. Sementara itu, kredit residensial produktif, seperti ruko dan rukan juga menunjukkan peningkatan seiring dengan menggeliatnya dunia usaha. Perbaikan ekonomi Jatim pada triwulan III/2015 tumbuh 5,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,3%. Angka ini berada di atas nasional dan tertinggi kedua diantara provinsi-provinsi lain di Jawa.

Benny optimis perbaikan ekonomi domestik akan berlanjut pada 2016 yang mampu mencapai pertumbuhan 5,2%-5,6% dan inflasi diperkirakan pada  kisaran target dengan defisit transaksi berjalan tetap pada level sehat di bawah 3%.

Perbaikan tersebut akan ditopang oleh permintaan domestik, terutama sisi investasi. Sejalan dengan itu, pertumbuhan kredit dan pembiayaan perbankan diperkirakan tumbuh 12%-14% dengan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 13%-15%.

Membaiknya pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2016 disebabkan oleh faktor eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, pulihnya ekonomi mitra dagang AS dan Jepang berpotensi mendorong peningkatan ekspor Jatim. Sementara itu, harga komoditas internasional unggulan Jawa Timur, terutama minyak nabati dan kertas menunjukkan peningkatan.

Dari sisi internal, penjualan diperkirakan meningkat sejalan dengan perbaikan konsumsi masyarakat. Hasil Survei Konsumen menunjukkan peningkatan ekspektasi penghasilan pada 2016 dengan indeks mencapai 151,8, jauh lebih tinggi dibandingkan pada 2015 sebesar 115,7. Begitu pula dengan ekspektasi kondisi ekonomi pada 2016 yang diperkirakan meningkat, dengan indeks sebesar 119,1, lebih tinggi dibandingkan pada 2015 sebesar 109,3.

“Jawa Timur masih akan menghadapi tantangan yang berat. Semua pihak terkait harus terus bergerak maju dan meningkatkan sinergi antar seluruh institusi dengan semangat untuk mewujudkan Indonesia dan Jatim yang makmur, sejahtera dan berkeadilan,” ujar Benny.