Pimpinan Lembaga Negara; Siap Sikapi Penanganan Terorisme

Pimpinan Lembaga Negara; Siap Sikapi Penanganan Terorisme

Jakarta, Kabarindo- Pertemuan konsultasi Presiden Joko Widodo.

Ia dengan pimpinan lembaga negara salah satunya adalah untuk membahas penanganan terorisme setelah terjadinya serangan di kawasan Jalan MH Tharim di Jakarta baru-baru ini.

"Dalam kesempatan ini (pertemuan konsultasi), saya ingin menyampaikan beberapa hal. Yang pertama berkaitan dengan ancaman terorisme," kata Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam pertemuan dengan para pimpinan lembaga negara di Istana Negara, Selasa.

Pertemuan konsultasi Presiden dengan pimpinan lembaga negara dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta beberapa menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR Zulkifli Hasan didampingi Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat, Wakil Ketua Mahkamah Agung Suwardi, Ketua Komisi Yudisial sementara Maradaman Harahap, Ketua BPK Harry Azhar Azis.

Presiden mengungkapkan baru terjadi ledakan dan serangan senjata di Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (14/1), namun pihak keamanan telah mengatasi dengan cepat.

"Alhamdulillah tindakan cepat dari aparat kemanan dapat mengatasi aksi teror itu dengan cepat dengan hitungan jam aksi teror dapat diatasi dan dunia internasional juga mengapresiasi," kata Presiden.

Presiden mengungkapkan dirinya telah memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti untuk mengejar,menangkap, mengusut jaringan yang berkaitan dengan aksi terorisme ini dan berhasil memulihkan situasi menjadi normal kembali.

Presiden berharap melalui momentum yang ada ini ingin mengajak kembali untuk mengkaji penguatan instrumen pencegahan tindak pidana terorisme.

"Payung hukum dalam UU Nomor 15/2003 dan UU Nomor 9/2013 apakah cukup memadai dalam melakukan pencegahan aksi terorisme atau memang perlu direvisi karena memang perubahan yang sangat cepat," kata Jokowi.

Presiden menyatakan tujuan pertemuan konsultasi dengan pimpinan lembaga negara ini untuk meneguhkan semangat, meneguhkan tekad, meneguhkan komitmen bersama untuk membangun negara Indonesia menuju ke masa depan lebih baik.

"Dan juga membangun sinergi diantara lembaga-lembaga negara serta bertukar pikiran membahas masalah-masalah fundamental yang ada di negara kita," kata Jokowi seperti dilansir dari laman antaranews.