Presiden RI; Anugerahkan Satyalancana Kebaktian Sosial; Untuk 893 Donor Darah Sukarela

Presiden RI; Anugerahkan Satyalancana Kebaktian Sosial; Untuk 893 Donor Darah Sukarela

Jakarta, Kabarindo- Sebagai bagian dari pelayanan donor darah, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama dengan pemerintah menganugerahkan penghargaan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 893 donor darah sukarela (DDS) yang telah berdonor sebanyak 100 kali.

Acara penganugerahan berlangsung di Istana Bogor, pada jumat (18/12).

Presiden RI Joko Widodo menganugerahkan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada pendonor darah sukarela bersama dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla secara simbolis kepada 26 perwakilan DDS 100 kali dari 26 provinsi di Indonesia. Mereka adalah Mawardi (DKI Jakarta), Nazaruddin (Aceh), Khiar (Sumatera Utara), Solahuddin (Sumatera Selatan), Mukarramah Indra (Sumatera Barat), Rizal Fahrurozi (Kep. Riau), Sutoyo (Lampung), Alex Yandie (Jambi), Susdy Matamin (Bengkulu), Hj. Rif’ah (Kalimantan Barat), Langkap (Kalimantan Selatan), Adi Hariyanto (Kalimantan Timur), M. Yuli Sulaiman (Kalimantan Selatan), H. Mansyur (Sulawesi Selatan), Jhony Jp Sadewa (Sulawesi Tengah), Djohan Kowine (Sulawesi Tenggara), Joice Amelia Loedia Ohello (Maluku), Sapar Sayudi (DIY), Jacobus Suni Oto (Banten), Henki Pertamana (Jawa Barat), Yuli Dwi Suryani (Jawa Tengah), Ang Herman Anggrek (Jawa Timur), I Ketut Sudikerta (Bali), David A. Leba (NTT), Indra Tafir Rianto (NTB), dan Aswin Nasution (Papua).

Penerima satyalancana termasuk DDS termuda, yaitu Riza Mustakim (32 tahun) dari DKI Jakarta, S. Soesanto sebagai DDS tertua (75 tahun), dan Dedi Kurnaedi sebagai DDS terbanyak dengan 133 kali donor darah. Jumlah pendonor darah sukarela terbanyak berasal dari (1) Jawa Timur dengan 378 orang, (2) DKI Jakarta 152 orang, dan (3) Jawa Barat 106 orang. Sementara jumlah wanita yang menerima satyalancana sebanyak  20 orang atau 2,23 %, yang berasal dari 7 provinsi yakni  Provinsi Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Maluku.

Dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menyatakan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepedulian pendonor darah yang telah menyumbangkan darahnya secara sukarela. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Negara memberikan bantuan berupa kemudahan bagi para pendonor sukarela dalam pengurusan sertifikat tanah. Bantuan ini dituangkan dalam nota kesepahaman dengan PMI.

Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial diberikan untuk menghargai warga negara Indonesia yang berjasa besar dalam lapangan perikemanusiaan pada umumnya atau dalam bidang perikemanusiaan tertentu pada khususnya, sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI No. 32 th 1959 tanggal 26 Juni 1959 tentang Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial (SLKS). Sejak tahun 1970, Kementerian Sosial RI pertama kali mengusulkan untuk 3 orang Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali untuk mendapatkan SLKS tersebut.

Rekrutmen DDS dan pemberian penghargaan satyalancana merupakan bagian dari pengelolaan untuk melestarikan para DDS. Peran PMI dalam melakukan pelayanan darah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 7/2011, yang salah satunya mengatur tentang pelayanan transfusi darah sebagai upaya pelayanan kesehatan yang meliputi perencanaan, pengerahan dan pelestarian pendonor darah, penyediaan darah, pendistribusian darah, dan tindakan medis pemberian darah kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

Rata-rata jumlah pendonor darah sukarela penerima satyalancana setiap tahunnya bertambah sekitar 900-an DDS per tahun. Sementara rekrutmen pendonor darah sukarela juga bertambah setiap tahun. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk donor darah, semakin banyaknya kegiatan mobil unit donor darah yang bekerjasama dengan berbagai instansi, sekolah, dan universitas, serta semakin tingginya mobilisasi bus donor darah sehingga semakin memudahkan masyarakat untuk berdonor.

Pendonor darah sukarela telah membantu PMI untuk memenuhi 90% kebutuhan stok darah nasional yang saat ini berjumlah sekitar 5.1 juta kantong darah/pertahun (sesuai standar WHO yaitu 2% dari jumlah penduduk).

Acara penganugerahan satyalancana kali ini juga dihadiri oleh sejumlah Menteri terkait, seperti Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani dan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Kemenkominfo Rudiantara, serta perwakilan dari Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional (IFRC) dan delegasi dari perhimpunan nasional negara-negara sahabat di Indonesia.