Pusilkom UI; Terapkan E-Learning

Pusilkom UI; Terapkan E-Learning

Jakarta, Kabarindo- Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komputer UI mengajarkan "e-learning" atau pembelajaran dalam jaringan/daring kepada 80 dosen dari 30 universitas negeri dan swasta dari seluruh Tanah Air.

"Indonesia perlu inovasi dalam proses belajar mengajar, yakni lewat e-learning karena pendidikan tidak harus diperoleh dari kelas, tetapi di mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja," kata Direktur Pusilkom UI Widijanto Satyo Nugroho di Kampus UI Depok, Senin.

Ia mengatakan materi pembelajaran melalui internet atau daring untuk dosen dan institusi pendidikan tersebut merupakan upaya mengembangkan kemampuan sumber daya manusia dalam menerapkan "e-learning".

Sebelumnya, Pusilkom pun telah mengadakan kegiatan serupa terkait pembelajaran daring setahun yang lalu dengan tema yang berbeda.

"Tahun lalu kami mengajarkan bagaimana penggunaan teknologi untuk mengajar di kelas, sedangkan tahun ini yang kami tekankan adalah manajemen pembelajarannya," kata pria yang biasa disapa Didit itu.

Manajemen pendidikan jarak jauh (PJJ) yang ditekankan, yakni budaya proses belajar dan mengajar antara dosen dan mahasiswa.

Dalam manajemen PJJ, dosen tidak lagi menjadi sumber acuan mahasiswa dalam mencari informasi, melainkan sebagai fasilitator yang memiliki nilai tambah dari segi pengalaman.

Kendati demikian, kata dia, mahasiswa belum berperan aktif untuk mencari tahu informasi serta belum bisa membedakan antara informasi yang benar dan salah dari internet.

Salah satu dosen, Samuel Mandowem, mengaku pembelajaran daring sangat dibutuhkan di kampus, namun masih terkendala fasilitas yang minim.

"Semua pihak harus update tentang pendidikan. Inovasi e-learning sayangnya belum bisa diterapkan karena SDM yang kurang dan kesadaran dari pemda tentang e-learning belum ada," kata dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Cenderawasih Jayapura.

Setidaknya ada tiga pilar untuk membuat pembelajaran daring dapat diterapkan efektif, di antaranya pengambil kebijakan, seperti rektor dan dekan, dosen, serta mahasiswa.

Ketiga pilar tersebut dapat berperan untuk mengubah sistem pendidikan yang tradisional, yakni di kelas menjadi pendidikan jarak jauh yang dapat dipelajari kapan saja dan di mana saja seperti dilansir dari laman antaranews.