RI Gandeng Spanyol; Tingkatkan Kerjasama Olahraga

RI Gandeng Spanyol; Tingkatkan Kerjasama Olahraga

Jakarta, Kabarindo– Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kempora) Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Olah Raga Kerajaan Spanyol sepakat menjalin kerjasama sinergis di bidang olahraga, khususnya cabang sepak bola, badminton, dan pencak silat.

Kesepakatan itu dicapai pada pertemuan bilateral antara Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Roy Suryo dan Sekretaris Negara Bidang Olahraga pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga Kerajaan Spanyol, Miguel Cardenal Carro di Spanyol, pada 23 – 25 Juli.

“Penandatangan kerjasama secara resmi akan dilakukan pada bulan September mendatang,” kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol, Yuli Mumpuni Widarso, dalam keterangan pers yang diterima.

Yuli mengatakan, Menpora berada di Spanyol pada 23-25 Juli dalam rangka memenuhi undangan Miguel Cardenal Carro yang juga ketua Dewan Tinggi Olah Raga Spanyol (Consejo Superior de Deportes / CSD).

Pertemuan Menpora dan Cardenal di Gedung CSD diwarnai kejutan menyusul hadirnya pebulutangkis nasional Spanyol yang juga juara tunggal putri European Badminton Championship 2014, Carolina Marín.

“Menpora RI terkejut ketika Carolina Marin menyerahkan suvenir seragam Timnas Bulutangkis Spanyol. Carolina adalah hasil nyata pembinaan atlet yang memanfaatkan sports science,” jelas Yuli.

Seperti diketahui, cabang bulutangkis kurang populer di Negeri Matador. Ketenarannya di Spanyol mulai meningkat sejak bulutangkis dimasukkan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

Yuli menuturkan, Carolina yang fasih berbahasa Indonesia adalah salah satu peserta program pelatihan bersama antara Pelatnas Spanyol dan Indonesia.

Atlet berparas cantik itu pernah tinggal di Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Training Center PBSI Jakarta, di bawah asuhan pelatih Pelatnas Indonesia Rexi Mainaky.

“Sports science menempati posisi penting untuk mendorong pembinaan atlet olahraga prestasi. Pemerintah Spanyol merespons positif usulan Menpora untuk bekerjasama di bidang sports science bagi peningkatan prestasi atlet Indonesia,” kata dia.

Selama berada di Gedung CSD, kata Yuli, Cardenal mengajak Menpora meninjau sarana sports science untuk cabang bulutangkis, senam, angkat besi, anggar, dayung, basket, renang, dan atletik (dasa lomba).

Selain di Madrid, CSD juga memiliki dua Pelatnas lainnya yang berlokasi di Sierra Nevada (Granada) dan Barcelona.

“Menpora terkesan, prasarana Pelatnas yang dibangun sejak tahun 1959, ternyata pada 1968 dipimpin President International Olympic Committee (IOC) Juan Antonio Samarach,” kata Yuli.

Seminar "Sports Science"
Lebih lanjut, kata Yuli, Cardenal juga mengungkapkan rencana Pemerintah Spanyol menyelenggarakan seminar olahraga yang melibatkan pakar sports science Indonesia di Madrid, pada September mendatang.

“Pak Cardenal mengharapkan adanya peningkatan kerja sama pertukaran pelatih, coaching clinic dan kapasitas antidoping,” ujar dia.

Pada saat yang bersamaan, lanjut Yuli, Pemerintah RI mengharapkan dukungan Spanyol untuk mempromosikan cabang Pencak Silat pada roadshow yang akan digelar di Bilbao.

Menpora juga mengundang Cardenal menyaksikan penampilan para atlet pencak silat nasional yang akan berlaga pada Pencak Silat World Championship 2015 di Phuket, Thailand, Maret 2015 dan Europe Championship di Belgia, Mei 2015.

Pada empat tahun terakhir, kerjasama bilateral bidang olah raga RI - Spanyol meningkat signifikan, yang tercermin pada program pelatihan atlet bulutangkis Spanyol di Pelatnas PBSI.

Selain itu juga ada pengiriman pemain sepakbola U-14 dan U-16 Indonesia ke sekolah bola di Valencia dan pembukaan sekolah sepakbola berbasis sosial oleh Real Madrid Foundation di tujuh kota di Indonesia yaitu, Banjarmasin, Samarinda, Makassar, Jayapura, Sidoarjo, Yogyakarta, dan Musi Banyuasin seperti dilansir dari laman beritasatu.