RSHU Ajak Masyarakat Waspada; Cegah Stroke

RSHU Ajak Masyarakat Waspada; Cegah Stroke



Surabaya, Kabarindo- RS Husada Utama Surabaya (RSHU) mengadakan seminar awam tentang stroke dengan topik “Deteksi Stroke Cepat, Terapi Akurat” dengan pembicara dr. Isti Suharjanti Sp.S (K), pada Sabtu (31/10/2015).

Seminar diadakan dalam rangka Hari Stroke seDunia yang diperingati tiap 29 Oktober dan untuk mengajak masyarakat waspada agar tidak terkena stroke.

Stroke menjadi momok bagi masyarakat karena bisa menyerang siapa saja, laki-laki maupun perempuan, mulai usia muda hingga tua, kaya maupun miskin serta bisa menyerang secara mendadak tak peduli tempat dan waktu.

Dulu di Indonesia, kasus stroke menempati urutan ketiga terbanyak setelah jantung dan kanker. Namun kini menjadi nomor satu. Stroke juga menyerang perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Dr. Isti merujuk data yang menyebutkan 6 dari 10 kematian akibat stroke terjadi pada perempuan.

“Dulu stroke cuma menyerang orang-orang tua, umumnya di atas 50 tahun. Sekarang banyak anak muda kena, bahkan anak-anak, tapi penyebabnya beda,” ujar dr. Isti.

Ia menjelaskan, stroke adalah terjadinya kematian mendadak sel-sel otak karena kekurangan oksigen. Sebanyak 20% darah bersirkulasi di otak. Jika terganggu, maka bisa menimbulkan stroke.  Stroke bisa disebabkan oleh penyumbatan aliran darah atau pecahnya pembuluh darah otak.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk bersikap WASPADA terhadap serangan stroke. Ini merupakan singkatan dari:
-          Wajah perot
-          Anggota gerak lemah
-          Sensibilitas / rasa raba terganggu separo
-          Pelo / bicara tak jelas
-          Afasia / sulit berkomunikasi
-          Disorientasi / bingung mendadak
-          Apabila mengalami salah satu gejala tersebut, segeralah ke rumah sakit

Dr. Isti memperingatkan untuk  segera ke rumah sakit kurang dari 3 jam sejak terkena serangan. Jika lebih dari itu, penderita dapat mengalami cacat permanen. Ia menyebutkan, dari kasus-kasus selama ini, sepertiga penderita dapat pulih, sepertiga mengalami cacat ringan dan sepertiga cacat berat. Karena itu, makin cepat ditangani akan mencegah kecacatan.

Ia mengatakan, terapi yang paling efektif untuk stroke yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah adalah trombolisis yang efektif dan aman jika diberikan sebelum 4,5 jam sejak terkena serangan. Terapi ini hanya boleh diberikan di rumah sakit dengan pengawasan ketat. Penderita juga harus diperiksa dengan CT Scan Image.

Dr. Isti mengatakan, stroke bisa dicegah dengan memahami faktor-faktor resikonya. Ada faktor yang tak bisa diubah seperti usia di atas 50 tahun, jenis kelamin dan ras. Pada jenis kelamin, stroke dialami lebih banyak perempuan dibandingkan laki-laki karena perempuan memiliki semua faktor resiko di atas. Kehamilan juga bisa menimbulkan perubahan hormonal, terutama pada trimester I. Begitu pula penggunaan kontrasepsi. Sedangkan terkait ras, stroke yang disebabkan pecahnya pembuluh darah di otak banyak dialami orang Asia.

Ada pula faktor-faktor yang bisa dihindari, diantaranya mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, diabetes mellitus dan hiperkolesterol. Juga hindari merokok dan alkohol. Merokok bisa membuat darah mengental.

Menurut dr. Istri, penderita bisa pulih dari stroke yang bergantung pada tipe dan beratnya stroke serta umur dan status kesehatan. Makin tua, kemungkinan makin sulit pulih. Kepribadian penderita juga berpengaruh. Jika penderita memiliki mental yang kuat, tabah dan menaati nasihat dokter, bisa cepat pulih.

Kita bisa mencegah terkena stroke dengan mengenali faktor-faktor resiko di dalam diri. Jika mengalami salah satunya, segera ke dokter. Juga rutin melakukan check-up yang disarankan setahun sekali pada usia 40 tahun ke atas. Selain itu, terapkan pola makan seimbang, jaga berat badan dan rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari, 5x per minggu.

Olahraga bisa dilakukan secara bertahap, misalnya pertama 10 menit, kemudian 15 menit, selanjutnya 20 menit dan seterusnya. Lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelahnya. Hentikan olahraga jika merasa pusing, nyeri dada atau sesak.

“Dengan mengenali tentang stroke, kita bisa mencegah jangan sampai terkena. Tapi jika terkena, segeralah ke dokter. Dan selama proses pemulihan, selain upaya penderita untuk pulih, juga dibutuhkan dukungan keluarga,” ujar dr. Isti.