Rumah123; Dorong Masyarakat Segera Miliki Rumah

Rumah123; Dorong Masyarakat Segera Miliki Rumah

Surabaya, Kabarindo- Situs rumah properti, Rumah123, mendorong masyarakat untuk segera memiliki rumah, mengingat harganya terus naik.

“Jika terus menunda-nunda, kapan beli rumah? Sementara harganya terus naik. Lama-lama nggak terbeli,” ujar Fanny Meilana di acara Paparan Hasil Sentimen Survei di Surabaya pada Jumat (5/5/2017).

Ia mengatakan, hunian merupakan kebutuhan utama dan menjadi dambaan semua orang. Sayangnya, tak banyak yang mengetahui dengan jelas kapan dan bagaimana mimpi itu bisa diwujudkan.

Rumah123 memaparkan tren perilaku pasar properti di Indonesia. Situs ini mengambil responden dari pengunjung situs usia 15 tahun ke atas. Fanny menyebutkan, 60% responden belum memiliki hunian sendiri. Sebanyak 46% responden masih tinggal bersama orang tua atau di rumah warisan dan 26% menyewa atau mengontrak. Sisanya adalah mereka yang sudah memiliki hunian sendiri.

Dari data yang berhasil diolah tim Business Intelligence Rumah123, pasar properti di Indonesia masih menjanjikan dari sisi jumlah konsumen. Survei menunjukkan konsumen properti masih tumbuh dan didominasi kalangan usia produktif. Jumlah golongan milenial yang masuk kelompok usia produktif di Surabaya mencapai 50%. Konsumen first time home buyer masih menjadi pasar paling besar.

Meski paling besar dari sisi jumlah, first time home buyers  masih membutuhkan edukasi dan arahan tentang bagaimana mewujudkan mimpi mereka dengan lebih cepat. Sebut saja kesesuaian spesifikasi hunian yang sejalan dengan penghasilan.

Besaran uang muka  menjadi faktor pertimbangan utama bagi konsumen dalam menentukan hunian. Menurut Fanny, masyarakat masih perlu mendapat edukasi tentang pola pembayaran, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun sistem cicilan langsung ke developer.

“Setidaknya 52% konsumen mengaku belum memiliki dana cukup sebagai DP (uang muka) sehingga tak kunjung mengajukan KPR,” ujarnya.

Fanny menambahkan, faktor-faktor penentu dalam membeli properti adalah lokasi, harga, akses, developer, fasilitas disusul desain.

Ketua APERSI Jatim, Supratno, mengatakan pentingnya edukasi membeli properti, mengingat harganya terus naik, terutama di Surabaya. Kenaikan harga properti lebih tinggi dan cepat dibandingkan dengan kenaikan gaji setiap tahun, sehingga harga properti di Surabaya makin sulit terjangkau.

Ia menyarankan untuk membeli properti di Sidoarjo, Gersik dan Mojokerto yang merupakan daerah penyangga Surabaya sebagai alternatif pilihan generasi milenial, karena harganya masih terjangkau.