SAP Bantu Perangi Serangan Ebola; Di Afrika Barat

SAP Bantu Perangi Serangan Ebola; Di Afrika Barat

Surabaya, Kabarindo- SAP,  perusahaan perangkat lunak internasional terkemuka di dunia, mendonasikan 150.000 Euro untuk mendukung upaya bantuan langsung di Sierra, Leone, Guinea, dan Liberia dalam memerangi serangan wabah Ebola paling luas dalam sejarah.
 
Terdapat 3 negara di Afrika Barat yang saat ini paling terpengaruh oleh penyebaran wabah Ebola yang berada di antara negara-negara termiskin di dunia. Sangat sedikit penduduk di negara ini yang dapat membaca dan menulis. Juga terdapat sedikit rumah sakit dan dokter, infrasturuktur yang lemah dan lembaga pemerintahan yang tidak cukup berfungsi.
 
Rilis yang diterima dari SAP pada Senin (8/12/2014), menyebutkan SAP Corporate Social Responsibility setiap tahun, menyisihkan sebagian donasi anggaran untuk bantuan bencana. SAP memutuskan untuk menyumbangkan 150.000 Euro untuk mendukung dua organisasi amal terkemuka yang bekerja di lahan yang mengandung wabah Ebola yaitu Doctors without Borders dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies.
Kedua organisasi tersebut sedang berjuang untuk memenuhi kebutuhan mendesak, khususnya dalam hal pengobatan. Mereka telah meningkatkan upaya untuk mempekerjakan petugas kesehatan dan mengelola operasi jangka panjang yang diperlukan untuk menghentikan penyebaran Ebola.
 
Telah dilakukan upaya untuk menyebarkan lebih banyak tenaga kesehatan dan membuka pusat pengobatan Ebola baru di negara-negara yang terkena dampak terburuk, namun menurut World Health Organization (WHO) terdapat lebih dari 3.000 kekurangan tempat tidur di Sierra, Leone dan Liberia.
WHO telah melaporkan terjadi kematian 5.420 jiwa akibat wabah Ebola. Lembaga ini memprediksi jumlah sebenarnya adalah tiga kali lipat lebih tinggi dan diperkirakan akan ada 10.000 kasus baru per minggu pada Desember 2014.
Dewan Keamanan PBB menyatakan pada September lalu, wabah virus Ebola di Afrika Barat merupakan sebuah “ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional” dan dengan suara bulat menyetujui resolusi yang mendesak negara-negara anggota PBB untuk menyediakan lebih banyak sumber daya guna memerangi wabah tersebut. WHO menyatakan biaya untuk memerangi wabah tersebut minimal mencapai 1 miliar dollar.