Salon Du Chocolat Paris 2013; Marak Dengan Tarian Jawa Klasik

Salon Du Chocolat Paris 2013; Marak Dengan Tarian Jawa Klasik

Jakarta, Kabarindo- Lakon tari Jawa klasik, cerita percintaan antara Dewi Sekartaji dengan Raden Panji, memberi nuansa tersendiri membuat hadirin pameran produk coklat, Salon du Chocolat 2013, terpaku dan terpesona.

Demikianlah, panggung Pusat Pameran Porte de Versailles, di Paris Distrik 15, Paris, menjadi momen pementasan dua penari klasik Jawa Surakarta itu menunjukkan budaya adiluhung Indonesia; di antara tak terhitung kekayaan budaya lain nusantara.

Gending dari karawitan Jawa mengiringi penari Rizki Ramdhani dan Arum Poli, menghanyutkan membawa para penonton dalam nuansa Jawa yang berada di depan panggung berbentuk bulat itu. Seolah dimensi ruang dan rasa berpindah, dari Eropa seketika melancar ke khasanah atmosfer Jawa.

Pameran Salon du Chocolat 2013 di Paris merupakan momen tahunan bagi berbagai produk coklat; bahkan ada peragaan mode adibusana bermaterial atau paling tidak dihiasi ornamen-ornamen produk coklat!

Selain itu, tentu ada konferensi tentang coklat, demo kreasi makanan dari coklat, dan lain sebagainya.

Kali ini giliran Paris yang menjadi tuan rumah setelah bergantian dengan kota-kota besar di Prancis, di antaranya Lyon, Marseille, Cannes, dan Lille. Tahun ini, Salon du Chocolat 2013 di Paris diselenggarakan sejak 30 Oktober-3 November.

"Saya senang dan bangga bisa membawakan tarian ini yang berbeda dengan tarian lain dalam kostum Jawa, serta gerakan sarat makna," kata Ramdhani, seusai pertunjukan lakon percintaannya itu, Minggu seperti dilansir dari laman antaranews.

Sebagai penari tradisional indonesia, Ramdhani bangga sekali apalagi penonton memadati arena pertunjukan pameran. Dia berharap, penampilan seni-budaya Indonesia yang difasilitasi KBRI di Paris itu dapat lebih mendekatkan Indonesia kepada masyarakat Eropa.

Indonesia menampilkan 18 tarian selama tiga hari pertunjukan, di antaranya tarian tradisional Jawa, Bali, dan Sumatra. Sebutlah tari Topeng Panji, Tari Suraning Pati, Bajidor Kahot (Jawa Barat), Driasmoro, Gamyong, Roro Ngigel (Jawa Tengah), Jejer Jaran Dawuk (Jawa Timur), Tari Piring, dan Tari Payung (Sumatra Barat).

Tarian tarian tersebut ditampilkan secara solo, duet atau trio oleh para penari profesional dari tim kesenian indonesia di Paris, di antaranya Kadek Moure, Rizki Ramdhani, Herman Sitepu, Arum Poli, Uus Godinot , Heny Setiawati dan Rahayu.