Samsung Electronics Indonesia Gandeng Lazada; Dukung Pendidikan Anak-anak Maluku

Samsung Electronics Indonesia Gandeng Lazada; Dukung Pendidikan Anak-anak Maluku

Surabaya, Kabarindo- PT Samsung Electronics Indonesia melalui program #SamsungBerbagi memberikan donasi berupa 1.500 buah buku dan 150 mainan edukatif untuk disalurkan kepada anak-anak di Maluku melalui Yayasan Heka Leka, lembaga non-profit di Maluku yang berfokus pada dunia pendidikan.

Program tersebut berkolaborasi dengan Lazada Indonesia selama Maret-Mei sebagai tanda terima kasih atas animo masyarakat yang telah berbelanja produk Samsung di Lazada.co.id.

Kolaborasi tersebut bermula dari keberadaan Samsung Official Online Store (SOOS) yang merupakan kanal khusus penjualan produk-produk Samsung di halaman situs Lazada. SOOS menyediakan berbagai jenis produk Samsung dengan promosi menarik, orisinalitas produk serta kemudahan dan kenyamanan dalam berbelanja dengan fitur e-promoter yang memberikan informasi produk lengkap dan memungkinkan konsumen berinteraksi langsung dengan layanan konsumen Samsung.

“Kolaborasi Samsung dengan Lazada Indonesia adalah usaha untuk menjangkau konsumen dengan lebih baik, memberikan solusi memilih produk Samsung sesuai gaya hidup mereka dan memastikan keasliannya,” ujar Jo Semidang, Corporate Marketing Director, PT Samsung Electronics Indonesia, pada Jumat (7/4/2017) kemarin.

Ia menambahkan, program #SamsungBerbagi merupakan komitmen kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di Indonesia. Dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Maluku diharapkan dapat memberikan perubahan positif bagi anak-anak didik, guru maupun masyarakat di sekitar mereka.

 “Kami berharap banyak pelanggan terinspirasi untuk turut berbagi dan mengambil bagian dalam inisiatif ini melalui pembelian Voucher Pendidikan Heka Leka di Lazada.co.id,” ujar Duri Granziol, Co-CEO, Lazada Indonesia.

Dengan tantangan geografi kepulauan dan budaya di Maluku, Samsung menunjuk Heka Leka agar penyaluran donasi dapat diterima oleh anak didik, guru dan masyarakat dengan tepat guna.

Stanley Ferdinandus, pendiri dan pembina Yayasan Heka Leka, mengatakan masih banyak wilayah di Maluku yang membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah pendidikan. Masih banyak anak yang belajar dengan sarana dan fasilitas yang minim karena geografis kepulauan yang sulit dijangkau.

“Donasi dan dana operasi akan kami salurkan untuk mendukung kegiatan pendidikan 1.200 anak-anak di Pulau Banda, Saparua, Nusalaut dan Pulau Kisar dengan kapal laut yang membutuhkan waktu 10 jam ke Banda, 36 jam ke Kisar dan dua jam masing-masing ke Nusalaut dan Saparua,” ujarnya.

Jo berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembentukan generasi muda Indonesia yang berkualitas, termasuk di daerah-daerah pedalaman Indonesia.