Seminar Posyandu Peduli TAT; Wujud Komitmen DANCOW BATITA

Seminar Posyandu Peduli TAT;  Wujud Komitmen DANCOW BATITA

Jakarta, Kabarindo- Sukses dihadiri seribu anggota Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu dari 33 propinsi di Indonesia.

Gerakan nasional ini bertujuan meningkatkan kinerja para kader Posyandu dengan meningkatkan pengetahuan terhadap aspek tumbuh kembang anak sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Hal ini sesuai dengan visi dan misi Tim Penggerak PKK Pusat dan Nestlé Indonesia.
Modul Pelatihan Gerakan Nasional Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap (TAT) 2012 disusun oleh tim ahli untuk melatih 8.100 kader PKK di 59 kabupaten/kota. TAT merupakan 3 tanda yang dapat mempermudah ibu untuk dapat memantau dan mengukur tumbuh kembang anak.

Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak – Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat di Jatim Expo, Surabaya, Rabu (23/5) kemarin, yang dihadiri sekitar seribu tamu dan undangan termasuk anggota Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu dari 33 provinsi se Indonesia.

“Seminar Nasional yang berkerjasama dengan Nestlé DANCOW Batita ini merupakan perwujudan komitmen kami dalam mendukung program Pemerintah yakni merevitalisasi dan meningkatkan kualitas Posyandu se-Indonesia. Kami berharap gerakan ini mampu meningkatkan peran para kader Posyandu
sebagai garda depan kesehatan dan semakin banyak masyarakat Indonesia datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh aktif tanggap batitanya,” demikian Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH mengatakan didampingi Dairy Business Director, Nestlé Indonesia, Jason Avancena.

Dalam seminar tersebut Prof. Dr. Ali Khomsan, MS, Guru Besar Ilmu Pangan dan Gizi, Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga, Institut Pertanian Bogor (IPB) memaparkan pemodelan Posyandu Peduli Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) menuju Indonesia Sehat. “Posyandu peduli TAT merupakan Posyandu
yang mengembangkan layanan pemantauan dan pola asuh TAT pada anak, agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Prof. Ali. Pemodelan Kegiatan Posyandu Peduli TAT yang efektif antara lain memantau pertumbuhan, keaktifan, dan respon anak terhadap lingkungan serta membimbing orangtua untuk melakukan stimulasi TAT.

Sementara Prof. Aida Vitalaya S. Hubeis, dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, memaparkan pentingnya pemberdayaan masyarakat untuk mendukung Posyandu Tumbuh Aktif Tanggap.

Dalam paparannya menekankan bahwa Posyandu merupakan salah satu bentuk community empowerment, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat.

Untuk meningkatkan pemberdayaan diperlukan peranan Ibu yang konsisten, melibatkan tokoh masyarakat dan sosialiasi secara terus menerus pentingnya Posyandu Peduli Tumbuh Aktif Tanggap. “Agar pemberdayaan masyarakat ini efektif, saya mengajak masyarakat Indonesia untuk melakukan pendekatan
yang bersahabat, dengarkanlah yang dibutuhkan, rangkul dan ajak mereka untuk bersama-sama datang ke Posyandu Tumbuh Aktif Tanggap dan menjadi bagian dari revitalisasi Posyandu Indonesia”, ujar Prof. Aida.

Seminar juga menghadirkan pembicara lain termasuk Ketua IV Tim Penggerak PKK Pusat Soesilawati Soebekti, Category Marketing Manager Nestlé DANCOW Growing Up Milk Pritha, Ahli Nutrisi Nestle Indonesia Mifta Novikasari, Direktur Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya Masyarakat - Ditjen PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Kemendagri Dr. Ir. Sapto Supono, M.Si dan Ketua Tim
Penggerak PKK Kota Malang, Hj. Dra. Heri Pudji Utami, M.Ap, yang berbagi pengalaman mengenai pengembangan program Posyandu Peduli TAT di kotanya. Di Malang awalnya program Posyandu Peduli TAT hanya mencakup empat kecamatan, namun karena manfaatnya sangat efektif bagi ibu dan anak
maka program ini dikembangkan ke seluruh kecamatan di kota Malang.

Menyadari pentingnya pertumbuhan anak diatas usia 1 tahun Nestlé DANCOW Batita kini memperkenalkan inovasi baru NutriTAT, yaitu nutrisi yang diformulasi khusus untuk membantu mengoptimalkan Tumbuh–Aktif-Tanggap anak diusia 1 tahun keatas.

TAT merupakan 3 tanda yang dapat mempermudah ibu untuk dapat memantau tumbuh kembang anak.

“Kami percaya bahwa usia di 1 - 5 tahun merupakan usia penting dimana stimulasi anak yang terjadi sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya dikemudian hari. Maka dari itu Nestlé DANCOW Batita menghadirkan inovasi baru Nutri TAT yaitu nutrisi yang diformulasikan khusus untuk mendukung Tumbuh-Aktif-Tanggap si Kecil” ujar Category Marketing Manager Nestlé DANCOW Growing Up Milk, Pritha.
Lebih lanjut Pritha mengatakan bahwa “Kami mulai memperkenalkan Nestlé DANCOW Batita Nutri TAT di seminar ini, karena selaras dengan tema seminarnya, serta komitmen kami dalam menunjang Revitalisasi Posyandu Tahun 2012 lewat Gerakan Posyandu TAT. Selanjutnya Nestlé DANCOW Batita Nutri TAT akan
diperkenalkan kepada konsumen di bulan Juni mendatang, Nestlé DANCOW Batita mendukung seminar ini sebagai bagian dari Gerakan Posyandu TAT karena
sesuai dengan misinya Nestlé Indonesia untuk turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.