Shangri-La Surabaya; Punya Kue Bulan Varian Baru

Shangri-La Surabaya; Punya Kue Bulan Varian Baru

Surabaya, Kabarindo- Festival  Kue Bulan selalu dirayakan warga keturunan Cina di seluruh dunia, termasuk oleh warga Tionghoa di Indonesia.

Pada tahun ini, festival jatuh pada 8 September saat bulan purnama atau hari ke-15 bulan ke-8 menurut kalender Cina. Namun sebulan sebelum tanggal ini, orang-orang sudah mulai memesan kue bulan sebagai hantaran untuk dikirimkan kepada kerabat, sahabat atau kolega.

Menurut kepercayaan masyarakat Cina, pada tanggal itu, bulan berbentuk utuh dan bersinar terang sehingga tampak Dewi Bulan yang memperlihatkan dirinya.

Untuk menyambut event tersebut, Hotel Shangri-La Surabaya menawarkan bermacam varian kue bulan yang dapat dipesan untuk dikonsumsi bersama keluarga di rumah ataupun sebagai hantaran kepada kerabat, sahabat atau kolega.

Renny Herwanto, Humas Shangri-La Surabaya, menyebutkan hotelnya menghadirkan 9 cita rasa kue bulan yaitu white & red lotus, tausa, green tea, pandan, golden corn (jagung manis), custard egg, ginseng dan durian.

Kue bulan rasa durian, ginseng dan custard egg merupakan varian baru yang dihadirkan atas permintaan masyarakat. Kesembilan rasa tersebut bisa dinikmati dengan atau tanpa isi kuning telur bebek yang dianggap sebagai lambang bulan.

“Kue bulan rasa durian, ginseng dan custard kami hadirkan karena pada event tahun lalu, banyak yang menanyakan ketiga varian ini,” ujar Renny pada Sabtu (16/8/2014).

Sesuai namanya, kue bulan varian durian memiliki rasa durian dan mengeluarkan aroma buah ini, namun terasa lembut sehingga bisa dinikmati oleh mereka yang kurang suka durian. Varian ini cukup banyak diminati. Kue bulan varian custard egg juga cukup disukai karena memiliki rasa manis namun tak membuat eneg. Sedangkan kue bulan varian ginseng memiliki aroma agak kuat dengan rasa mirip jahe, namun tetap enak dinikmati.

Menurut Renny, masing-masing varian memiliki penggemar tersendiri, namun varian yang menjadi favorit dan paling banyak dipesan adalah golden corn. Ada pula beberapa varian yang selalu ada tiap tahun karena merupakan kue bulan klasik yang biasa disajikan pada setiap perayaan yaitu varian white & red lotus, green tea, pandan dan golden corn.

Renny mengatakan, pemesan bisa memilih varian sesuai selera dan ukuran. Per kotak berisi 4 atau 8 kue bulan yang bisa dicampur bermacam rasa. Masing-masing kue dikemas dalam kotak kecil warna emas kemudian dimasukkan ke dalam kotak besar dari beludru di bagian atas. Tersedia kotak dalam warna merah dan oranye dengan simbol Shangri-La.

“Jika pemesan adalah perusahaan, bisa minta dibuatkan logonya di bagian atas kue bulan. Biasanya kue ini dikirimkan untuk kolega atau klien,” ujarnya.

Menurut Renny, sudah banyak yang memesan kue bulan. Selain dari Surabaya dan sekitarnya, juga dari kota-kota lain. Bahkan ada pemesan dari Papua untuk dikirimkan kesana dengan pesawat.

Ia menjelaskan, kue bulan bisa tahan hingga seminggu dan tetap enak dinikmati asal ditaruh dalam suhu ruang. Hindari terkena sinar matahari karena akan merusak tekstur dan rasanya. Juga sebaiknya tidak disimpan di dalam lemari es karena kue akan mengeras. Yang paling pas, kue disantap 3-6 hari setelah dibikin karena masih empuk serta tekstur dan rasanya masih terjaga.

Renny menuturkan, kue bulan biasanya disantap saat perayaan festival usai acara sembahyang. Keluarga lalu berkumpul untuk menikmati kue bulan bersama. Konon menurut tradisi di Cina pada zaman dulu, semua anggota keluarga menyantap kue bulan di halaman dengan mengobrol santai dalam suasana hangat sambil memandang bulan purnama yang bersinar terang. Tradisi ini bertujuan mempererat hubungan keluarga.