Spektronics ITS Raih Gelar; Di Ajang Chemeca 2016 Di Australia

Spektronics ITS Raih Gelar; Di Ajang Chemeca 2016 Di Australia

Surabaya, Kabarindo- Kabar baik datang dari Negeri Kanguru, Australia. Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih prestasi di ajang Chemeca 2016 yang diselenggarakan Universitas Adelaide, Australia, beberapa waktu lalu.
 
Dua prototype mobil yang mereka bawa, Spektronics 12 dan 11, menyabet gelar berbeda dalam dua kategori perlombaan.
 
Spektronics 12 unggul dalam race competition yang mengadu ketepatan mobil untuk melaju pada jarak tertentu dengan beban tertentu. Mobil yang menggunakan konsep reaksi hidrogen peroksida ini hanya memiliki tingkat error 0,1 cm dalam dua race yg dilombakan.
 
“Pada race pertama, Spektronics 12 berhasil menempuh jarak 8,2 meter dengan beban mobil 300 ml. Jarak tersebut tepat dengan ketentuan panitia, sehingga tingkat error kami 0 cm,” ujar Ryan Nurisal, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ITS yang menjadi Manajer Tim Spektronics ITS, dalam rilis yang diterima pada Rabu (28/9/2016).
 
Sedangkan pada race kedua dengan jarak tempuh 5 meter dan beban mobil 500 ml, Spektronics 12 mencetak tingkat error 0,1 cm. Walau sedikit meleset, hasil ini ternyata masih jauh mengungguli para lawannya yang rata-rata memiliki total tingkat error lebih dari 4 cm.
 
Pencapaian ini mengantarkan Spektronics 12 sebagai juara pertama race competition, mengungguli lawan dari berbagai negara antara lain Malaysia, Selandia Baru, Polandia, Iran dan Australia.
 
Sedangkan Spektronics 11 memiliki total tingkat error 1,7 cm sehingga menduduki peringkat empat pada race competition. Prototype ini juga menjadi juara ketiga dalam kompetisi poster. Pada kategori ini, keunggulan mobil diuji berdasarkan data yang disajikan dalam poster dan presentasi anggota tim di hadapan para juri.
 
Ryan menjelaskan, Spektronics 11 mengusung konsep alumunium air battery menggunakan mekanisme stopping hidrogen peroksida dengan katalis besi (III) klorida. Keunggulan Spektronics 11 adalah bahan bakarnya oksigen, sehingga tidak perlu repot mencari karena bahannya tersedia di alam. Reaksinya juga tergolong stabil dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.
 
Tim Spektronics ITS rencananya akan kembali ke tanah air dan tiba di Surabaya pada Jumat (30/9).