Sumbar; Jadi Kiblat Hotel Syariah

Sumbar; Jadi Kiblat Hotel Syariah

Padang, Kabarindo- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring.

Ia berpendapat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memungkinkan memiliki banyak hotel dengan konsep syariah sebagai cerminan daerah yang kuat agama dan adat istiadatnya.

"Sumbar sangat memungkinkan punya hotel dengan konsep syariah," kata Tifatul Sembiring di Padang, Selasa.

Menurut dia, saat ini pengelolaan hotel syariah sudah menjadi tren baru bisnis akomodasi dan perhotelan di beberapa kota besar Indonesia.

"Hotel berprinsip syariah lebih sinergis dengan kehidupan keseharian masyarakat Sumbar yang terkenal sebagai daerah Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah," kata dia.

Menurut dia, kehadiran Hotel Rangkayo Basa di Padang, menjawab kerinduan orang akan hotel yang Islami jauh dari gaya hidup glamour seperti banyak hotel di kota-kota besar. Suasana Islami sangat terasa dimana pengelola hotel tidak menyediakan minuman keras.

"Tidak hanya hotel yang berkonsep syariah yang layak untuk dikembangkan namun supermarket yang konsep syariah juga patut diperhitungkan," kata Tifatul Sembiring.

Sementara itu pemilik Hotel Rangkayo Basa, Hafid Dt Rangkayo Basa menyatakan Hotel Rangkayo Basa dioperasikan sejak awal tahun 2013 dan tidak akan bergeser ke bisnis hotel konvensional.

"Kami tetap konsisten dengan prinsip syariah, tidak akan terpengaruh dengan cara-cara bisnis hotel umum, Hotel Rangkayo Basa adalah hotel famili yang Islami," kata dia seperti dilansir dari laman antaranews.

Menurut dia, ada yang berbeda dalam pengelolaan hotel syariah ketimbang konvensional dimana dakwah Islam hadir ketika semua fasilitas pelayanan hotel ke setiap tamu tanpa menggunakan unsur kemaksiatan dan pelanggaran norma agama.

"Hotel berbintang sesuai konsep syariah memiliki pengalaman batin tersendiri bagi setiap tamu yang datang untuk menginap," kata dia.

Sistem syariah, tambah Hafid, mengajarkan manusia hidup tenang, aman dan sehat, seperti tidak menyediakan minuman beralkohol, hiburan yang jauh dari kemaksiatan dan keamanan dalam sistem keuangan.