Surat Dari Praha; Film Terinspiratif 2016

Surat Dari Praha; Film Terinspiratif 2016

XXI Epicentrum, Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Kabarindo- Ingatan selayaknya tidak lagi perlu disortir oleh kekuasaan, dan sejarah sesungguhnya adalah modal kekuatan sebuah bangsa.

Itu adalah kalimat sineas muda peraih Piala Citra, Angga Dwimas Sasongko melalui film-film sebelumnya sudah membuktikan diri sebagai sineas muda terbaik yang dimiliki oleh bangsa ini.

"Membuat film Surat dari Praha adalah sebuah perjalanan kreatif yang kontemplatif. Bertemu langsung dengan para eksil yang sudah berusia senja namun masih mampu bercerita dengan detail dan emosional tentang pengalaman mereka selama menjadi stateless menjadi sebuah pengalaman luar biasa dalam menelusuri sejarah Indonesia yang jarang diperbincangkan. Melalui film ini, saya ingin berbagi kepada penonton tentang kisah mereka, keberanian mereka dan ketidakadilan yang mereka alami selama masa pemerintahan Orde baru," tukasnya lebih lanjut.

Eksil adalah sebutan lain untuk Mahasiswa Ikatan Dinas (Mahid), Jaya yang diperankan apik oleh Tio Pakusadewo sarjana nuklir yang harus stateless dan menerima kenyataan ditinggal kedua orang tuanya meninggal hanya dengan dua kata serta tidak bisa menikahi pujaan hatinya Sulastri (Widyawati) sampai-sampai harus menerima kenyataan terbaru saat menerima anak Sulastri bernama Laras diperankan sangat konsisten oleh Julia Estella.

Surat-surat dari Jaya berserakan dan akhirnya Laras tahu, siapa Jaya setelah membacanya satu demi satu, siapa Jaya. Tidak hanya bertabur lagu-lagu dengan lirik yang dalam tentang cinta oleh Glenn Fredly tapi ia bersama dengan Chicco Jerikho, Anggia Kharisma dan Handoko H menjadi produser dari film yang mengingatkan kita semua sebagai penonton tentang imbas peristiwa pasca 1965 dimana semua mahasiswa Indonesia di luar negeri harus menjalani wawancara saat alm Soeharto berkuasa berakibat tidak bisa pulang ke kampung halaman apabila berbeda pendapat.

Angga juga mendirect, Rio Dewanto sebagai Cameo bersama dengan beberapa pemain lainnya tapi yang jelas DOP yang ciamik, musik dari Thoersi dan secara keseluruhan menjadikan Surat Dari Praha ini sebagai kandidat film patut ditonton dan peraih piala citra 2016 mendatang.

Kali ini Angga naik cukup melesat 7 level karena mampu membangunkan potensi lain dari inner beauty dari Tio Pakusadewo sebagai Jaya dan tentu saja menjaga konsistensi sosok Laras oleh Julia Estella.

Untuk kalimat tersebut membuat Glenn tersipu malu dan berharap filmnya kali ini bisa menjemput penonton yang banyak karena cerita Jaya-Jaya lainnya masih banyak dan mengharu biru.

Anda sebagai penonton akan tidak hanya terpukau dengan pilihan konflik secara dramaturgi dari storyboard yang dipilih oleh Angga tapi memang Kota Praha indah dan mensiratkan sejuta kenangan dari para perantau asal Indonesia yang sekarang menjadi warga negara Ceko-Praha.

Anda akan jadi saksi alunan lirik yang dramatis dan menyayat hati dari Tio Pakusadewo dan sicantik Julia Estella dan dipastikan Anda berdua dengan pasangan atau bisa jadi semua keluarga betah berlama-lama menikmati adegan demi adegan.

Menonton Surat Dari Praha tidak hanya menjadi saksi atas sejarah yang pernah tertoreh tapi tetap yakin bahwa CINTA itu ada dan memang tidak harus memiliki tapi ABADI.

Menukil beberapa kenangan dari cerpen karya Yusri Fajar dengan judul yang sama.


Dont Miss Itu, mulai KAMIS 28 Januari mendatang.....!