Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck; Siap Tayang 19 Desember

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck; Siap Tayang 19 Desember

Kantor Soraya Intercine, Menteng, Jakarta, Kabarindo- Saat redaksi melintasi kawasan Senen tadi siang.

Pas di atas bioskop tua, Grand Senen terpampang besar poster film baru dari film arahan Sunil Soraya dari Rumah produksi Soraya Intercine Films dengan judul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Film ini diangkat dan diadaptasi dari mahakarya novel legendaris terbitan tahun 1938 karangan sastrawan Buya Hamka.
Film ini diperkuat oleh aktor-aktris papan atas Indonesia, seperti Herjunot Ali, Pevita Pearce dan Reza Rahadian.

Dari preskon yang dihadiri Artis cantik Pevita Pearce, yang sudah membintangi beberapa film layar lebar dan sebagai model itu memerankan Hayati, tokoh utama dalam cerita tersebut.

Hadir juga  Herjunot Ali sebagai Zainuddin, seorang berdarah Minang namun memiliki ayah Bugis. Ia juga salah satu lawan mainnya pada film 5 Cm.

Sementara Reza berperan sebagai Aziz. Saat preskon yang digelar sore ini Jurnalis ibukota menikmati teaser yang mengharu biru yang sarat pesan moral.

Menurut PR & Promosi Manager Soraya Intercine Films, Dewi Yulia, film inspiring ini proses syuting film sudah selesai dan siap tayang 19 Desember 2013 serentak di seluruh bioskop Tanah Air dengan teaser yang sudah dapat Anda nikmati di jejaring sosial dan Youtube.

"Teaser film ini sudah dapat Anda nikmati bernuansa etnik sesuai dengan deskripsi dalam novel akan disuguhkan se-otentik mungkin. Tim produksi berhasil membangun sebuah kapal sungguhan. Selain itu baju rancangan desainer kondang Samuel Wattimena menarik dan patut diacungi jempol dengan music scoring dari SteveSmith Music Production dengan original soundtrack dinyanyikan oleh NIDJI serta DOP Yudi Datau lalu diedit oleh Sastha Sunu memastikan kualitas dari film teranyar akhir tahun 2013 ini," seloroh Dewi Yulia renyah dengan senyum tersungging.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck berkutat soal hubungan cinta segitiga antara Zainuddin, Hayati dan Aziz sambil diimbuhi problem perbedaan latar belakang sosial dan adat-istiadat masyarakat Minangkabau pada era 1930-an.


Penasaran.....................?