USAID PRIORITAS Dukung LPTK; Sebagai Penyedia Layanan Jasa Pendidikan

USAID PRIORITAS Dukung LPTK; Sebagai Penyedia Layanan Jasa Pendidikan

Surabaya, Kabarindo- Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi guru mutlak diperlukan demi peningkatan mutu, kompetensi dan profesionalisme guru.

Dalam rangka PKB serta Penataan dan Pemerataan Guru (PPG), USAID PRIORITAS menjembatani kerja sama antara Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) dengan kabupaten / kota mitra USAID PRIORITAS untuk mengembangkan kemitraan dalam rangka peningkatan kapasitas guru.

Menurut Prof. Muchlas Samani, Konsultan Pendidikan Tinggi USAID PRIORITAS, LPTK berperan penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar. Yaitu meningkatkan pendidikan guru (pra-jabatan), memberikan pelatihan PKB misalnya TOT serta penelitian terapan (applied research / konsultansi) yang mencakup penataaan & pemerataan guru serta analisis keuangan pendidikan kebijakan & perencanaan utk PKB.

Keterlibatan LPTK dalam kegiatan PKB yang dikembangkan oleh USAID PRIORITAS bertujuan menjembatani kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat melalui dinas pendidikan setempat, sehingga pengembangan keprofesian guru lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan kabupaten / kota. Apalagi in service training yang dimiliki oleh perguruan tinggi secara kualitas diakui oleh pemerintah dan bersertifikasi.

Untuk mengembangkan LPTK sebagai penyedia layanan jasa pendidikan, USAID PRIORITAS mengadakan  TTI Strategic Business Planning Workshop pada 22-23 Desember 2015. Kegiatan ini dihadiri para pengambil kebijakan penting dari mitra LPTK USAID PRIORITAS yaitu UM, Uinsa, Unesa serta konsorsium LPTK yang mencakup konsorsium Unesa, Uinsa dan UM.

Konsorsium Unesa terdiri dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dan Universitas PGRI Kediri. Konsorsium Uinsa beranggota IAIN Tulungagung, STAIN Ponorogo, sedangkan konsorsium UM terdiri dari IKIP PGRI Madiun dan Universitas Jember.

Dr. I. Wayan Dasna, M.Si, M.Ed,  Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM), mengatakan pihaknya memiliki sumber daya yang kompeten untuk menyelenggarakan beragam kegiatan PKB, namun dananya terbatas. Sementara kabupaten / kota memiliki anggaran yang cukup besar untuk pengembangan keprofesian guru, namun sumber dayanya terbatas. Karena itu, tepat jika kabupaten / kota menggandeng LPTK mitra USAID PRIORITAS.

Wayan menjelaskan, berdasarkan data uji kompetensi guru (UKG), sebagian besar guru belum dapat mencapai skor minimal (60) dan penguasaan materi dalam uji kompetensi profesional mahasiswa PPG masih rendah. Misalnya mata pelajaran kimia dari 40 soal, skor tertinggi 29 dan terendah 5.

“Ini berarti masih banyak guru yang perlu dilatih lagi agar lebih kompeten,” ujarnya dalam rilis yang diterima dari USAID PRIORITAS Jatim pada Rabu (23/12/2015).

Ia mengatakan, kerja sama bisa dilakukan antara LPTK dan dinas setempat dengan melakukan kesepakatan (MoU) melalui proses kemitraan yang saling menguntungkan.