USAID PRIORITAS; Gelar Lokakarya Instruktur PPG Untuk LPTK Mitra

USAID PRIORITAS; Gelar Lokakarya Instruktur PPG Untuk LPTK Mitra

Surabaya, Kabarindo- Baik dan buruknya kinerja guru sangat ditentukan oleh kualitas proses penyiapannya pada masa pendidikan prajabatan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Jika LPTK memberikan pendidikan secara baik maka ada harapan bahwa lulusannya juga bermutu baik. Kualitas proses penyiapan itu sendiri bukan merupakan variabel yang berdiri sendiri, namun didukung oleh banyak variabel, salah satunya adalah penyelenggaraan perkuliahannya.

Sebagai model, dosen selayaknya menyelenggarakan perkuliahan yang membiasakan mahasiswa untuk berpikir tingkat tinggi, menggunakan media, strategi dan penillaian beragam, serta melakukan aktivitas Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi (MIKR). Hal ini penting karena mahasiswa akan mencontohnya. Dampak pembiasaan yang baik ini akan turut membangun sosok utuh seorang calon guru.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non-sarjana kependidikan.

PPG berlaku bagi yang ingin menjadi guru baik sarjana dari fakultas pendidikan mupun non-pendidikan yang merupakan program pengganti akta IV yang tidak berlaku sejak 2005. Melalui PPG, diharapkan kompetensi dan profesionalisme guru benar-benar lebih terjamin.

Saat ini PPG wajib diikuti oleh seluruh calon guru agar kompetensi dan kualitas mereka sebagai guru terjamin, sehingga dengan pelatihan tersebut, dosen instruktur PPG diharapkan dapat memberikan pendalaman materi tentang pembelajaran aktif seperti misalnya membuat jurnal refleksi, memberikan pertanyaan tingkat tinggi, penilaian autentik dan pembuatan portofolio.

Untuk itu USAID PRIORITAS menyelenggarakan Lokakarya Instruktur PPG Tingkat SD/MI dan SMP/MTs untuk LPTK mitra USAID PRIORITAS pada 15-17 Januari 2016 yang diikuti 62 dosen dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan Universitas Negeri Malang (UM). UNESA dan UM merupakan lembaga yang ditunjuk langsung oleh pemerintah untuk menyelenggarakan PPG sejak 2012, sedangkan UINSA masih belum melakukan.

Nur Kholis M.Ed.Admin., PhD, Spesialis Kerja Sama LPTK dan Pelatihan USAID PRIORITAS Jatim, berharap pelatihan tersebut dapat mendorong LPTK mitra lain untuk segera menyelenggarakan PPG bagi lulusannya, sehingga kualitas lulusan UINSA yang akan melanjutkan profesi sebagai guru MI atau MTs diakui dan bersertifikat PPG.

Nur Kholis mengatakan tujuan pelatihan tersebut menyiapkan dosen instruktur PPG agar dapat melaksanakan perkuliahan dengan metode pembelajaran aktif sehingga nantinya dosen tersebut dapat menjadi model bagi mahasiswanya.

“Pelatihan tersebut membekali dan memperkuat kapasitas instruktur PPG. Pelatihan dirancang agar para peserta lebih aktif. Hasil pelatihan akan diaplikasikan dalam kelas-kelas workshop mereka nanti,” ujarnya.