Wapres JK; Buka ACRP 2015

Wapres JK; Buka ACRP 2015

Bandung, Kabarindo- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dijadwalkan membuka Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) 2015 di Gedung Merdeka, Bandung, Rabu (3/6).

Didampingi Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi Ketua PP Muhammadiyah sekaligus Ketua ACRP, Din Syamsuddin, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriyawan (Aher), JK mengingatkan akan pentingnya perdamaian.

Menurut JK, damai itu selalu diucapkan oleh semua kepercayaan dalam sapaan mereka, seperti Assalamualaikum dalam agama Islam ataupun Shalom dalam agama Kristen. Hanya saja, sulit untuk diimplementasikan. Selain itu, JK juga mengatakan bahwa konflik yang kerap terjadi dan disebut sebagai konflik agama sesungguhnya terjadi karena ketidakadilan ekonomi atau politik.

"Lihat saja di Asia sekarang banyak konflik antar agama atau sesama agama. Belakangan, di negara kami (Indonesia), masalah ISIS mengemuka. Itu bukan karena agama tetapi karena masalah ekonomi," ujar JK dalam pidato pembukaannya.

JK mengungkapkan bahwa agama hanya kerap dijadikan alasan konflik. Apalagi, yang ditawarkan adalah surga. Tetapi, masalah sesungguhnya adalah ekonomi atau politik. Seperti, konflik di Ambon ataupun di Aceh.

"Kuncinya adalah keadilan dalam politik, ekonomi," papar JK.

Sementara itu, Din Syamsuddin mengatakan Konferensi ke-39 ini akan lebih mengingatkan kembali komitmen agama-agama untuk mengedepankan perdamaian dan dialog dalam menyelesaikan konflik. Kemudian, membangun kerjasama antara negara di Asia Pasifik. Terutama, dalam merumuskan cara dan strategi mengatasi ancaman kelompok radikal yang belakangan ini marak.

"Semua bentuk terorisme tidak boleh ditolerir. Maka kita bersama akan merumuskan cara untuk mengatasinya," kata Din dalam sambutan pembukaannya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memang memprakarsasi penyelesaian konflik di negara-negara Islam dengan jalan damai, seperti dialog. Bahkan, ada pembicaraan khusus antara negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 lalu.

Sebelumnya, didahului dengan adanya pertemuan dengan kurang lebig 30 Duta Besar (Dubes) negara yang tergabung dalam OKI di Istana Negara, pada Rabu (15/4). Ketika itu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa solusi damai untuk negara-negara Islam juga akan menjadi agenda tersendiri dalam peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, yang akan digelar pada tanggal 19 April sampai 24 April mendatang. Hal tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip Dasasilla Bandung yang dilahirkan pada KAA tahun 1955 seperti dilansir dari laman antaranews.